**Borneonews - Dieng,** Dana bergulir yang disediakan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) telah berhasil memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Puji Astuti, seorang anggota Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Melati serta pemilik homestay dan pusat oleh-oleh di lokasi wisata tersebut, menyatakan bahwa dukungan pembiayaan dari LPDB-KUMKM melalui KSPPS Melati sangat membantu dalam pengembangan usahanya. Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya dana tersebut, ia mampu meningkatkan kapasitas produksi *carica*, minuman khas yang menjadi ikon Dieng, serta mengembangkan fasilitas *homestay* yang dikelolanya.
Puji menjelaskan, pinjaman yang ia peroleh datang pada waktu yang strategis, yaitu menjelang hari raya, untuk menambah modal. Hal tersebut ia lakukan agar dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat serta memastikan produksi tetap berjalan lancar. "Hasil dari pembiayaan ini telah memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha saya," ucap Puji dalam sebuah siaran pers yang diterima.
Walaupun usaha yang dijalankannya masih tergolong sebagai UMKM, Puji mencatat bahwa layanan dan fasilitas yang ditawarkan di *homestay*-nya dapat bersaing dengan hotel berbintang. Ia mengungkapkan, "Konsep *homestay* yang mengedepankan interaksi langsung dengan pemilik rumah memberikan atmosfer hangat dan pelayanan yang lebih personal. Fasilitas yang kami tawarkan juga cukup lengkap, termasuk *amenities* dan dapur untuk menyediakan kebutuhan memasak."
Puji berharap kerja sama antara dirinya, KSPPS Melati, dan LPDB-KUMKM dapat terus berlanjut untuk semakin mendorong pertumbuhan UMKM di kawasan Dieng.
Di sisi lain, Supomo, Direktur Utama LPDB-KUMKM, menyebutkan bahwa kisah Puji adalah salah satu contoh nyata bagaimana pembiayaan bergulir dapat berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan UMKM di Indonesia. Ia menambahkan, "Dengan menyampaikan dana ke koperasi, kami berupaya untuk memberdayakan masyarakat serta pelaku UMKM agar lebih mandiri dan berkontribusi pada perekonomian lokal."
Supomo menegaskan komitmen LPDB-KUMKM untuk terus mendukung pengembangan UMKM lewat beragam program dan inovasi. Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM yang dapat merasakan manfaat dari program pembiayaan ini. Ia menyatakan, "Dengan dana bergulir yang dialokasikan kepada koperasi, UMKM akan dapat meningkatkan omzet, membuka peluang kerja, dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi setempat."
Ia juga mendorong agar koperasi di seluruh Indonesia memanfaatkan fasilitas pinjaman dana bergulir dari LPDB-KUMKM yang dapat diajukan secara *online*. Koperasi juga akan mendapatkan pendampingan terkait proses pengajuan dana tersebut.
Hingga Agustus 2024, LPDB-KUMKM telah menyalurkan total dana bergulir mencapai Rp1,31 triliun kepada koperasi, dengan rincian Rp663 miliar untuk sektor riil dan Rp650 miliar untuk koperasi simpan pinjam.
Dengan target penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,85 triliun pada tahun 2024, LPDB-KUMKM berencana untuk mengalokasikan Rp600 miliar untuk sektor riil dan Rp1,25 triliun untuk sektor simpan pinjam.
ANTARA
Dana Bergulir LPDB-KUMKM Mendorong Pertumbuhan UMKM Dieng
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







