**Borneonews - Majalengka**, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon yang berlokasi di Jawa Barat, tengah memperkuat program literasi keuangan untuk masyarakat. Program ini bertujuan memberikan edukasi, sehingga masyarakat dapat dengan mudah membedakan antara uang asli dan uang palsu. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko peredaran uang tidak sah.
Suradiyono, Manajer Pengelolaan Uang Rupiah di KPw BI Cirebon, menjelaskan bahwa kegiatan literasi keuangan tersebut dilaksanakan secara rutin dengan mengincar semua lapisan masyarakat di area Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, yang dikenal dengan sebutan Ciayumajakuning. Melalui program ini, BI mengedukasi masyarakat mengenai karakteristik uang rupiah yang asli menggunakan metode *dilihat, diraba, dan diterawang* atau yang sering disebut 3D.
Dalam pengarahan tersebut, masyarakat diingatkan untuk memperhatikan tanda-tanda keaslian uang, seperti logo BI, nomor kode unik, karakter huruf, serta benang pengaman yang terdapat pada uang kertas. "Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat mengidentifikasi uang asli dengan memanfaatkan metode 3D dan alat bantu lainnya yang disediakan oleh bank," tambah Suradiyono.
Lebih lanjut, fokus utama dari program edukasi ini adalah untuk membantu masyarakat mengenali dan merawat uang rupiah dengan baik. BI Cirebon juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan setiap indikasi adanya peredaran uang palsu di sekitar mereka. Suradiyono menekankan bahwa laporan serta klarifikasi dari warga sangat penting untuk menanggulangi peredaran uang palsu di wilayah Ciayumajakuning.
Dia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2024 diperkirakan akan ada sedikit peningkatan kasus peredaran uang palsu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Hingga Agustus 2024, BI Cirebon telah mencatat sebanyak 3.900 bilyet uang palsu yang ditemukan sebagai barang bukti oleh kepolisian serta permintaan klarifikasi dari warga.
Suradiyono mengajak semua elemen masyarakat serta instansi pemerintah untuk lebih proaktif dalam mengawasi peredaran uang palsu, terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ia mengungkapkan bahwa momen-momen pemilu sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebar uang palsu. "Biasanya, di tahun pemilu terdapat peningkatan kasus uang palsu. Namun, kami bersyukur karena berkat kerja sama dengan pihak kepolisian di Majalengka, beberapa kasus dapat terungkap," tutupnya.
ANTARA
Edukasi Masyarakat, Pencegahan Uang Palsu Jelang Pilkada 2024
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kodam XXII Tambun Bungai Bersama Bobon Santoso Sajikan 4.000 Porsi Makanan untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa
Mario Aji Start P12 di Moto2 Australia
Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Siapkan Fasilitas Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap
IAEA Siap Verifikasi Aktivitas Nuklir Iran, Dorong Solusi Diplomatik
Menjadi Peserta, Pegawai BPJS Kesehatan Ini Turut Rasakan Manfaat Program JKN
Marquez Kembali Pimpin Klasemen Setelah Menangi Sprint di Australia
Komentar (0)
Memuat komentar…







