PALEMBANG –
**Borneonews - Baturaja**, PT Semen Baturaja (SMBR) yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, mengedepankan budaya keselamatan kerja di kalangan seluruh karyawan, dengan fokus utama pada area pertambangan perusahaan. Upaya ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjaga keselamatan setiap individu yang terlibat dalam operasionalnya. Dalam pernyataannya di Baturaja, Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menggarisbawahi pentingnya penerapan budaya keselamatan di seluruh lini pekerjaan, khususnya di dalam kawasan tambang. Ia menekankan bahwa keselamatan kerja adalah hal yang tidak bisa ditawar dan menjadi prioritas utama perusahaan. Upaya untuk mengurangi risiko kerja merupakan fokus utama, bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, SMBR melaksanakan inspeksi lapangan yang melibatkan manajemen perusahaan di area tambang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan para pekerja saat menjalankan tugas mereka. Suherman juga menyebutkan bahwa inspeksi ini mengikuti arahan dari Surat Edaran Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor: 12.E/MB.07/DBT.KP/2024. Lebih lanjut, Suherman menjelaskan tujuan dari inspeksi tersebut adalah untuk memperkuat komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja serta mengapresiasi dedikasi tim Department of Mining & Waste Management yang telah berkontribusi dalam menjaga pasokan bahan baku semen dengan optimal. SMBR juga mencatat pencapaiannya dalam mempertahankan standar keselamatan kerja yang tinggi dengan adanya prinsip *Zero Fatality*, yang berarti tidak ada kejadian kecelakaan fatal dalam kegiatan operasional tambang. Direktur Operasi SMBR, Muhammad Syafitri, menambahkan bahwa mitigasi risiko menjadi elemen penting dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti inspeksi ini adalah pengingat yang baik bagi seluruh karyawan untuk senantiasa waspada dan mematuhi protokol keselamatan yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap prinsip *Zero Fatality* disebutnya sebagai hasil dari kerja keras seluruh tim, dan ia mengingatkan agar disiplin dalam keselamatan tetap dijaga. Inspeksi yang dilakukan diharapkan dapat menjamin keberlanjutan pencapaian *Zero Fatality* serta meningkatkan keselamatan secara berkelanjutan. Muhammad Syafitri juga berharap agar para pekerja, pengawas, dan Penanggung Jawab Operasional (PJO) lebih patuh terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Ia meminta fokus yang lebih besar pada sosialisasi dan implementasi aturan yang ketat agar keselamatan kerja dapat lebih terjamin. ANTARA