JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup dengan kenaikan pada Selasa sore, berkat reaksi positif dari pelaku pasar terhadap pernyataan *dovish* yang disampaikan oleh pejabat The Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat. Pada penutupan, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 2,76 poin atau setara dengan 0,04 persen, sehingga berada pada level 7.778,49. Begitu pula dengan indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, naik sebesar 0,15 poin atau 0,02 persen, mencatatkan posisi 985,41. Menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, di Jakarta, IHSG serta bursa regional di Asia menunjukkan tren positif sebagai respons terhadap pernyataan *dovish* dari pejabat The Fed, ditambah dengan langkah kebijakan moneter yang diumumkan oleh Bank Sentral China (PBoC). Para investor saat ini sedang memantau perkembangan terkait suku bunga acuan yang ditetapkan oleh The Fed. Dalam hal ini, beberapa pejabat seperti Raphael Bostic, Neel Kashkari, dan Austan Goolsbee mengungkapkan dukungan mereka untuk kemungkinan pemotongan suku bunga lebih lanjut di sisa tahun ini. Di sisi lain, kebijakan PBoC juga menarik perhatian pasar. Gubernur PBoC, Pan Gongsheng, mengungkapkan rencana untuk memangkas rasio persyaratan cadangan sebesar 50 basis poin (bps) sebelum akhir tahun, meskipun tanpa menyebutkan jadwal yang spesifik. Selain itu, suku bunga *repo* tujuh hari akan diturunkan sebesar 20 bps menjadi 1,5 persen, serta adanya kebijakan pengurangan *down payment* untuk pembelian rumah kedua dan pendanaan jangka panjang sebesar 1 triliun yuan. Pasar menanggapi langkah-langkah tersebut sebagai upaya stimulus untuk memperkuat perekonomian China. IHSG dibuka dalam keadaan melemah dan sempat berada dalam zona negatif hingga sesi pertama perdagangan saham berakhir. Namun, pada sesi kedua, IHSG berhasil bergerak stabil di zona hijau hingga penutupan. Dari analisis berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak tujuh sektor mengalami peningkatan, dengan sektor energi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,12 persen, diikuti oleh sektor transportasi dan logistik serta sektor infrastruktur yang masing-masing meningkat 0,89 persen dan 0,52 persen. Sementara itu, empat sektor lainnya mengalami koreksi, di mana sektor teknologi mencatatkan penurunan terbesar dengan minus 1,03 persen, berikut sektor barang konsumen non-primer dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 0,69 persen dan 0,32 persen. Beberapa saham yang mengalami penguatan terbesar dalam perdagangan hari ini termasuk PART, IOTF, PTRO, MEJA, dan AYLS. Sebaliknya, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar adalah LABA, EMDE, NASI, PMMP, dan SMLE. Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 1.403.887 transaksi, dengan total jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 22,00 miliar lembar, senilai Rp16,58 triliun. Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 249 saham mengalami kenaikan, sementara 332 saham mengalami penurunan, dan 215 saham tidak bergerak pada nilai yang sama. Mengenai bursa saham regional Asia pada sore hari ini, terlihat bahwa Indeks Nikkei menguat sebesar 216,70 poin atau 0,57 persen, mencapai level 37.940,60. Indeks Hang Seng juga menguat, dengan tambahan 753,45 poin atau 4,13 persen, ke 19.000,56. Indeks Shanghai menyusul dengan penguatan 114,20 poin atau 4,15 persen, sehingga menyentuh angka 2.863,12. Namun, tidak demikian untuk Indeks Straits Times yang mengalami penurunan sebesar 15,80 poin atau 0,43 persen, berakhir di level 3.622,73. ANTARA