BORNEONEWS, Palangka Raya - Perompakan terjadi di perairan Tanjung Malatayur, perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, pada Jumat, 20 September 2024.
Kawanan perompak berhasil membajak kapal tugboat dan tongkang Royal 17, menyekap 14 ABK, dan menjarah barang berharga serta muatan.
Kejadian ini bermula saat kapal tugboat Royal 17 menggandeng tongkang yang bermuatan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) berlayar dari Pelabuhan Bagendang, Sampit menuju Stagen, Kotabaru, Kalimantan Selatan pada Rabu, 18 September 2024.
Lima orang perompak berpenutup wajah, bersenjata tajam dan api, menggunakan kapal kelotok untuk mencegat kapal Royal 17 di sebelah selatan Tanjung Malatayur.
Mereka kemudian menyekap 14 ABK dan menjarah barang berharga, termasuk 21 unit handphone, uang tunai Rp17 juta, 9 radio komunikasi, satu unit line throwing, satu unit radar Furuno, satu teropong, GPS Furuno, dan sebagian muatan FAME.
Kapolda Kalteng Irjen Djoko Poerwanto melalui Kabid Humas Kombes Erlan Munaji menyatakan bahwa tim dari Ditpolair bersama Polda Kalteng telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.
"Alat telekomunikasi dan uang tunai dirampas oleh kawanan perompak. Termasuk sejumlah muatan FAME," ujar Erlan pada Selasa, 24 September 2024.
Diketahui bahwa pemilik muatan FAME adalah PT Sukajadi Sawit Mekar dan penerima adalah PT AKR Korporindo.
"Untuk ke - 14 ABK ini Alhamdulillah dalam kondisi selamat saat ini Tim sudah bergerak, informasi selanjutnya akan kita sampaikan," pungkasnya. (PATHUR/R)









