**Borneonews - Jakarta**, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan terhadap strategi *soft approach* yang diterapkan oleh tim negosiator dalam usaha pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens. Philip telah disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Penghargaan ini disampaikan di hadapan tim pembebasan di Gedung Mabes Polri, Jakarta, pada suatu kesempatan baru-baru ini. Dalam pertemuan tersebut, Kapolri mengungkapkan, Saya sangat mengapresiasi tim ini karena mereka mengedepankan pendekatan *soft approach*. Kita semua memahami bahwa dalam operasi pembebasan, keselamatan sandera harus menjadi prioritas utama."
Jenderal Sigit mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan pendekatan yang digunakan, yang berujung pada pembebasan Philip dalam keadaan selamat. Alhamdulillah, sandera berhasil dibebaskan dengan aman dan dalam kondisi sehat saat kembali, tambahnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung, Kapolri juga mendengarkan langsung penuturan mengenai proses pembebasan Philip dari para anggota tim yang terlibat. Mereka mengungkapkan bahwa Kapten Philip disandera pada tanggal 7 Februari 2023 oleh anggota KKB Nduga yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. Penyanderaan terjadi saat Mark melakukan penerbangan menuju Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Sebagai respon terhadap situasi tersebut, TNI dan Polri meluncurkan Operasi Paro, yang melibatkan sebanyak 978 personel, terdiri dari 513 anggota TNI dan 465 anggota Polri. Operasi ini menekankan pada pendekatan *soft approach* dengan fokus utama pada negosiasi.
Setelah hampir 1 tahun 7 bulan terlibat dalam situasi penyanderaan tersebut, Philip akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim pembebasan pada tanggal 21 September 2024. Dalam proses evakuasi, ia dijemput di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga, selanjutnya langsung diterbangkan ke Mako Brimob Batalyon B/Timika untuk menjalani cek kesehatan.
Setelah dinyatakan dalam kondisi sehat, Philip diangkut dari Timika menuju Jakarta dengan pesawat milik TNI AU. Setibanya di Jakarta, ia diserahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, diwakili oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, kepada Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Kevin Burnett, sebagai representasi pemerintah negaranya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Astamaops Kapolri Irjen Pol. Verdianto Iskandar Bitticaca, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, serta Kabid TIK Polda Papua Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata. Juga hadir tim negosiator yang berhasil dalam misi pembebasan pilot Susi Air, termasuk Edison Gwijangge, Yospian Wandikbo, dan Erlina Gwijangge.
ANTARA
Kapolri Apresiasi Pendekatan Soft Approach dalam Pembebasan Pilot
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Komentar (0)
Memuat komentar…







