**Borneonews - Palangka Raya**, empat ruang kelas dan sebuah gereja di Kota Palangka Raya mengalami kebakaran yang cukup parah. Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa, sekitar pukul 13.45 WIB, melibatkan bangunan Gereja Maranatha dan sejumlah ruang yang terdiri dari ruang OSIS, ruang kelas, ruang multimedia, serta gudang yang merupakan bagian dari SMP Kristen, yang terletak di Jalan Tambun Bungai, Kalimantan Tengah.
Menurut saksi mata, Santi, yang juga merupakan jemaat Gereja Maranatha, api pertama kali muncul dari bagian belakang gedung gereja. Dalam waktu singkat, api menguasai seluruh bangunan gereja dan kemudian merembet ke bangunan sekolah di belakangnya. "Sekolah itu memang berada tepat di belakang gereja," ungkap Santi setelah menyaksikan upaya pemadaman kebakaran.
Santi, bersama warga sekitar, segera meminta bantuan tim pemadam kebakaran untuk mengatasi api yang semakin membesar melahap bangunan gereja. Di sisi lain, Koordinator Call Center 112 Palangka Raya, Sucipto, menyampaikan dugaan bahwa penyebab kebakaran tersebut mungkin akibat dari korsleting listrik. Keterangan lebih lanjut dari Sucipto menyatakan bahwa sumber kebakaran diduga berasal dari plafon belakang gereja.
"Untuk mengetahui penyebab pastinya, kami akan menyerahkan penyelidikan kepada pihak kepolisian," ujar Sucipto. Dia juga menjelaskan bahwa tim pemadam, yang terdiri dari relawan dan kepolisian, menghadapi berbagai kendala saat berusaha memadamkan api. Salah satu masalah utama adalah bahwa titik api berada di bagian atas, sehingga selang pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau area tersebut dengan efektif.
Lebih lanjut, Sucipto menambahkan bahwa keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga menjadi tantangan. Hal ini disebabkan oleh drainase yang tidak optimal, yang diperparah dengan musim kemarau saat ini yang membuat kondisi lingkungan menjadi kering. Dari pemeriksaan awal setelah kebakaran, Sucipto melaporkan bahwa kerugian yang dialami oleh Gereja Maranatha mencapai Rp3 miliar. Sementara untuk SMP Kristen, mereka masih dalam proses inventarisasi kerugian materi akibat insiden ini.
"Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kita harus tetap waspada, terutama karena kebakaran belakangan ini sering terjadi di Kota Palangka Raya," demikian Sucipto menegaskan.
ANTARA
Kebakaran Melanda Gereja dan Sekolah di Palangka Raya, Kerugian Rp3 Miliar
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
Komentar (0)
Memuat komentar…







