JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Serangan yang dilancarkan oleh Israel terhadap Lebanon berpotensi memicu destabilisasi menyeluruh di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam konferensi pers yang diadakan di Moskow pada hari Selasa. Menurut Peskov, situasi ini dapat dianggap sebagai peristiwa berbahaya yang berpotensi memperluas konflik dan berdampak serius terhadap stabilitas wilayah tersebut. Hal ini tentunya menimbulkan rasa khawatir dan cemas yang mendalam dari pihak Rusia. Pada hari Senin, 23 September, pesawat tempur Israel melangsungkan serangan besar-besaran terhadap berbagai permukiman yang berada di selatan dan timur Lebanon. Akibat dari serangan yang tanpa ampun dari rezim Zionis ini, banyak desa dan permukiman mengalami dampak yang signifikan. Sebagai respon terhadap agresi tersebut, para pejuang Hizbullah meluncurkan serangan balasan dengan menembakkan puluhan roket ke arah wilayah utara Israel. Tindakan ini menunjukkan eskalasi yang semakin meningkat dalam ketegangan antara kedua pihak. Lebih lanjut, pemerintah Lebanon telah mengambil langkah untuk meminta intervensi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna menghentikan apa yang mereka anggap sebagai "agresi Israel". Dalam konteks ini, perhatian internasional terhadap perkembangan situasi di kawasan semakin mendalam mengingat potensi dampak yang lebih luas. ANTARA