BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina, menegaskan komitmen mereka untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang jujur dan aman dalam menghadapi Pilkada 2024. Acep menunjukkan dukungannya dengan menyampaikan, "Kami sepenuhnya mendukung pelaksana pemilu agar menjalankan tugas mereka dengan baik dalam suasana yang jujur, aman, dan bermartabat. Kami menolak proses pemilihan yang ditetapkan berdasarkan uang, *hoaks*, dan provokasi." Sementara itu, Gita menambahkan bahwa mereka sangat mendukung kampanye yang berlangsung dengan damai, adil, dan bermartabat, bebas dari praktik politik uang, berita palsu, maupun saling menjatuhkan. "Kami percaya, jika kampanye dijalankan dengan bersih, jujur, dan adil, masyarakat Jawa Barat akan mampu memilih pemimpin yang tepat dan dapat membahagiakan mereka," ungkap Gita. Dalam rapat pleno pengundian nomor urut di KPU Jawa Barat pada 23 September, pasangan Acep-Gita ditetapkan sebagai nomor urut 1. Penentuan ini mengingat pasangan ini merupakan satu-satunya yang mengusung seorang calon perempuan. "Satu artinya tunggal, dan dalam hal ini, perwakilan perempuan," ujar Acep. Setelah penetapan nomor urut tersebut, Acep menyatakan bahwa pihaknya akan segera melaksanakan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat selama masa kampanye yang berlangsung sekitar dua bulan. Dia juga mencatat bahwa satu bulan dari periode tersebut akan dikhususkan untuk bersilaturahmi ke pondok pesantren yang ada di seluruh Jawa Barat. "Tinggal tersisa 64 hari lagi, kami akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan elektabilitas dan dukungan," tambahnya. Lebih lanjut, Acep menjelaskan bahwa dalam Pilgub Jawa Barat 2024, visinya adalah untuk menciptakan atmosfer kegembiraan dalam aspek pendidikan dan kesehatan, terutama bagi ibu dan anak. Dia juga menggarisbawahi pentingnya kesejahteraan bagi guru mengaji yang sering diabaikan oleh pemerintah, yang umumnya hanya bergantung pada iuran dari masyarakat dengan penghasilan rata-rata Rp300 ribu per bulan. "Dalam hal ini, kami akan berusaha meningkatkan kesejahteraan mereka hingga mendapatkan insentif antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta di seluruh Jawa Barat. Selain itu, kami juga akan memprogramkan insentif bagi kewirausahaan sebanyak Rp10-15 juta per individu," ujarnya. Gita turut menambahkan bahwa dalam sektor pendidikan, mereka berkomitmen untuk memberikan beasiswa mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. "Kami juga akan mempermudah akses terhadap buku digital dan pelatihan digital untuk mendukung proses belajar anak-anak di Jawa Barat. Durasi belajar seharusnya mencapai 12 tahun, oleh karena itu kami perlu menganalisis dan mencari solusi atas problem yang menghambat pencapaian tersebut," jelas Gita. Dalam strategi kampanye, pasangan ini akan membagi area tugas berdasarkan zona. Acep akan fokus pada daerah Priangan dan pondok pesantren, sementara Gita akan berkonsentrasi di wilayah Pantura dan perkotaan di Jawa Barat. ANTARA