BENGKULU –
**Borneonews - Bengkulu**, Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, menekankan bahwa budaya membaca dan menulis memiliki peran yang sangat krusial dalam meningkatkan kecerdasan literasi di masyarakat. Menurutnya, jika seseorang ingin memahami dunia yang lebih luas, yang harus dilakukan adalah membaca. Sementara itu, agar dikenal dalam berbagai aspek, menulis menjadi hal yang tidak kalah penting. Kedua aktivitas ini dianggap sebagai jiwa utama dari literasi. Lebih lanjut, Rohidin menjelaskan bahwa untuk membudayakan semangat literasi, seseorang harus terbiasa dengan kegiatan membaca dan menulis. Dia juga menilai bahwa tanpa kebiasaan mendengarkan dan memberi respons, seseorang tidak dapat mengukur sejauh mana kemampuan berbahasa mereka. Dalam konteks ini, menulis, membaca, mendengarkan, serta memberikan respons adalah indikator penting dalam menilai keahlian seseorang dalam berbahasa. Dengan semakin banyaknya membaca, Rohidin menganggap bahwa hal tersebut akan berkontribusi pada peningkatan literasi individu secara signifikan. Membaca menjadi kunci untuk membuka wawasan serta memperluas pengetahuan. "Ada pepatah yang mengatakan, semakin berilmu semakin rendah hati. Dengan membaca dan menulis, seseorang akan menyadari bahwa masih banyak hal yang belum mereka ketahui. Oleh karena itu, salah satu pintu gerbang menuju ilmu adalah melalui membaca," ungkapnya. Gubernur juga menginformasikan bahwa pemerintah pusat telah meluncurkan program strategis untuk meningkatkan literasi. Pada tahun 2024, Provinsi Bengkulu akan menjadi tuan rumah untuk Rapat Koordinasi (Rakor) Literasi. Rohidin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Kemenko PMK dan kementerian berkaitan yang telah memilih Bengkulu sebagai lokasi Rakor Literasi 2024. Lebih jauh lagi, pemilihan Bengkulu untuk menyelenggarakan rakor ini juga dipengaruhi oleh penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diterima dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2 Mei 2024, di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam melestarikan bahasa daerah, yang diserahkan pada saat pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Nasional 2024. ANTARA