**Borneonews - Tasikmalaya**, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan dua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang meninggalkan acara deklarasi damai ketika acara tersebut masih berlangsung. Kejadian ini terjadi tepat saat salah satu paslon akan memberikan pernyataan mereka.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Djuanda, menyatakan bahwa setiap penampilan di acara yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus dihadiri oleh semua pasangan calon dengan penuh rasa saling menghormati. "Kami berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi di masa mendatang," ungkap Dodi saat dihubungi melalui telepon seluler.
Insiden ini terjadi setelah KPU menyelenggarakan pengundian dan rapat pleno terbuka untuk menetapkan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati. Dalam rapat tersebut, pasangan Iwan Saputra-Dede Muksit Aly mendapat nomor urut satu (1), diikuti Cecep Nurul Yakin-Asep Sopari Alayubi yang mendapat nomor urut dua (2), dan pasangan Ade Sugianto-Iip Miftahul Faoz dengan nomor urut tiga (3).
Dodi melanjutkan, setelah penetapan nomor urut, KPU menggelar acara deklarasi damai di Gedung Islamic Center, dimana setiap paslon diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi mereka. Momen ini dimulai dari nomor urut pertama dan dilanjutkan dengan nomor urut kedua.
Ketika pasangan calon dengan nomor urut ketiga mulai bersiap untuk memberikan pernyataan, Dodi mencatat bahwa dua pasangan calon sebelumnya beserta pendukungnya tiba-tiba meninggalkan lokasi acara. Perilaku ini terekspos dengan jelas meskipun acara belum dinyatakan selesai oleh penyelenggara.
"Ketika paslon urut tiga akan maju, dua paslon lainnya justru memilih untuk keluar dari ruangan," jelas Dodi. Dia juga menambahkan bahwa kehadiran mereka dalam acara tersebut penting terutama pada saat penandatanganan berita acara deklarasi kampanye damai.
Berdasarkan pengamatan Dodi, insiden tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi KPU untuk lebih bijak dalam menentukan waktu penyelenggaraan acara, terutama yang berdekatan dengan waktu ibadah. "Hal ini mungkin disebabkan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan waktu Magrib, sehingga KPU perlu mempertimbangkan jadwal kedepan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ami Imran Tamami, mengonfirmasi bahwa tindakan pergi dari acara yang masih berlangsung oleh dua paslon tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi bagi KPU. Ia berharap bahwa kejadian tersebut dapat dilihat sebagai dinamika politik yang unik dan tidak terulang lagi di masa yang akan datang, memastikan agar pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung dengan aman.
"Ke depannya, kami akan mengevaluasi kejadian ini. Semoga pemilihan serentak di Tasikmalaya berjalan dengan baik dan gembira, sesuai dengan *tagline* KPU Jabar dan Tasikmalaya," tutupnya.
Menanggapi kejadian tersebut, mantan Bupati Tasikmalaya dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, berpendapat bahwa apa yang terjadi tidak seharusnya berlangsung, terutama bagi calon pemimpin. Ia menekankan pentingnya etika di antara calon pemimpin yang harus ditunjukkan dengan baik.
Uu menambahkan bahwa tindakan pergi saat acara masih berlangsung, terutama saat paslon lain belum menyampaikan pernyataan, merupakan pelanggaran etika. "Etika calon pemimpin sangat penting untuk diperhatikan. Mereka adalah orang-orang terbaik yang ada di Kabupaten Tasikmalaya dan sepatutnya memperlihatkan tindakan yang pantas," ucapnya.
Dari sudut pandangnya, meskipun kompetisi dapat dimaklumi, ada baiknya semua pihak menunjukkan sikap politik yang positif kepada masyarakat dan menciptakan suasana pemilihan yang menyenangkan tanpa memperlihatkan perpecahan. "Penting bagi kita untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat," tutup Uu.
ANTARA
Bawaslu Tasikmalaya Menyayangkan Aksi Paslon Tinggalkan Deklarasi
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Komentar (0)
Memuat komentar…







