KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara mengajak masyarakat setempat untuk menghindari segala bentuk ujaran kebencian dalam rangkaian Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Provinsi Sultra, Asril, saat memberikan pernyataan di Kendari. Asril menegaskan bahwa deklarasi yang dilakukan seharusnya didasari oleh niat baik yang menjunjung tinggi keamanan, kedamaian, serta persatuan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga dan merawat nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta keberagaman yang merupakan kekayaan bangsa ini. Lebih jauh, ia mendorong seluruh warga untuk berpartisipasi dalam gerakan moderasi beragama. Ini penting untuk mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis dan rukun, terutama dalam konteks persiapan Pilkada 2024. "Hindarilah segala bentuk ujaran kebencian, berita palsu, dan semua tindakan yang bisa menyebabkan pertikaian sosial akibat perpecahan politik," ujarnya. Asril juga mengingatkan para pasangan calon agar tidak menggunakan tempat ibadah untuk kepentingan kampanye dan praktik politik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Mari kita laksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak dengan aman, damai, dan kondusif. Pilkada 2024 memiliki berbagai tantangan dan karakteristik yang unik," tambahnya. Ia berharap agar setiap pasangan calon dan seluruh masyarakat di Bumi Anoa dapat bersinergi untuk menyukseskan Pilkada serentak yang berkualitas. Ini demi menciptakan suasana yang aman, damai, dan sejuk bagi semua. "Hindari konflik dan kekerasan yang dapat memecah belah kesatuan bangsa, serta jangan sebarkan berita hoaks," tutupnya. ANTARA