JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Peneliti dari Klub Diskusi Valdai Rusia, Fyodor Lukyanov, menyampaikan bahwa Rusia sangat menghargai segala usulan dari berbagai negara yang berupaya mencari solusi untuk memulihkan perdamaian. Ia menegaskan keseriusan Rusia untuk bekerja sama dengan semua pihak demi mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Lukyanov berpendapat, "Meskipun kami menghargai peran mediator, penting untuk memiliki pandangan yang realistis. Para mediator harus menyadari bahwa pendekatan berbasis kekuatan militer tidak akan memberikan hasil yang substansial." Pernyataan ini disampaikannya pada seminar internasional bertajuk “Indonesia-Rusia: Dari Masa Lalu ke Masa Depan, Perspektif Historis dan Geopolitik” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Rusia di Indonesia di Jakarta. Ia juga menyoroti sikap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang terus menolak berbagai usulan dan gagasan untuk melakukan negosiasi demi mencapai penyelesaian damai. Lukyanov menekankan bahwa Rusia tidak akan memaksa Ukraina untuk bernegosiasi jika pihak tersebut belum siap. "Hal ini menunjukkan bahwa operasi militer akan terus berlangsung hingga Ukraina menyadari kendala finansial dalam pelaksanaannya," kata Lukyanov. Selanjutnya, Wakil Ketua dan Presiden Pusat Shanghai untuk Studi Strategi RimPac dan Hubungan Internasional, Nelson Wong, menyatakan bahwa pembicaraan mengenai perdamaian seharusnya tidak hanya melibatkan Rusia dan Ukraina. "Kita harus menyadari bahwa jika banyak negara masih menyediakan persenjataan kepada Ukraina, maka konflik ini tidak terbatas pada dua negara tersebut. Oleh karena itu, setiap perundingan perdamaian harus disikapi dengan realisme yang tepat," ujar Wong. Wong juga menekankan perlunya keinginan dari semua pihak yang terlibat untuk duduk bersama di meja perundingan. Ia menyatakan keprihatinannya terhadap banyaknya korban jiwa, khususnya anak muda, yang jatuh di medan perang. "Dengan kondisi tersebut, sangatlah penting bagi semua negara untuk berupaya mendorong terwujudnya perundingan damai secepat mungkin," tutup Wong. ANTARA