JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi bahwa gempa bumi serta tsunami yang terjadi di Kepulauan Izu, Jepang, tidak menimbulkan ancaman bagi wilayah Indonesia. Dalam siaran pers yang dikeluarkan di Jakarta, kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan 5,7 skala Richter itu terjadi pada pukul 06.14 WIB. Daryono menjelaskan bahwa penyebab dari peristiwa tersebut adalah aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust Izu-Ogasawara dengan mekanisme sesar dorong. Titikan gempa terpantau terjadi di lautan dengan kedalaman 12 kilometer, yang berlokasi sekitar 180 kilometer di selatan Pulau Hachijo, salah satu pulau terbesar di Kepulauan Izu. “Gempa ini tergolong dangkal namun tidak berdampak pada wilayah Indonesia,” tambah Daryono. Menyusul kejadian tersebut, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk Kepulauan Izu. Setelah gempa terjadi, gelombang tsunami kecil terlihat di beberapa lokasi di kepulauan tersebut, namun tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. BMKG melakukan pemodelan tsunami menggunakan sistem *TOAST* dan menyimpulkan bahwa gempa tersebut tidak mengancam Indonesia dengan potensi tsunami. Badan tersebut juga mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, mengingat mereka tidak berada dalam risiko dari bencana ini. ANTARA