PADANG –
**Borneonews - Solok**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, yang terletak di Sumatra Barat, menyelenggarakan kuliah umum untuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumbar (UMSB) pada hari Selasa. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang akan dilaksanakan pada 30 September mendatang. Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa kuliah umum tersebut bertajuk “BPBD Padang Goes To Campus”. Dalam acara ini, mereka mengundang sejumlah narasumber, termasuk dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Komunitas Siaga Tsunami (Kogami). Tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa mengenai mitigasi bencana dan meningkatkan pemahaman mereka terkait hal tersebut. Materi yang disampaikan dalam kuliah umum berfokus pada pentingnya kesiapan dalam menghadapi bencana, khususnya yang berkaitan dengan ancaman gempa bumi dan tsunami. Ini sangat relevan mengingat para ilmuwan memperkirakan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi untuk mengalami gempa bumi bereskala *Megatrust*. Meskipun begitu, mereka tidak dapat memastikan kapan dan di mana bencana tersebut akan terjadi. “Edukasi harus terus dilakukan untuk meningkatkan tingkat kesiapsiagaan. Kami berharap mahasiswa dapat berperan sebagai duta kesiapsiagaan bencana di masyarakat,” ungkap Hendri. Mahasiswa juga dijelaskan tentang langkah-langkah medis yang harus diambil dalam situasi darurat, serta bagaimana cara menjaga kesehatan korban di lokasi bencana. Hendri menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan. Dengan pengetahuan yang benar, mereka diharapkan dapat membantu memperkokoh kesiapsiagaan di komunitas sekitarnya. Selain di UMSB, kegiatan BPBD Goes To Campus juga akan diadakan di Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes di Padang. Acara di Poltekes akan fokus pada peran tenaga kesehatan dalam penanganan bencana. Hendri menambahkan bahwa kegiatan edukasi ini juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengenang gempa bumi besar yang mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009, sehingga penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hal ini. ANTARA