JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara maju, karena seluruh persyaratan yang diperlukan sudah terpenuhi. Dalam pernyataannya setelah menghadiri sebuah sarasehan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Zulkifli menyebut bahwa Indonesia memiliki semua syarat untuk maju, asalkan ada kemauan untuk mewujudkannya. Dia menggarisbawahi bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas 5 persen, sementara inflasi untuk tahun ini diperkirakan berkisar antara 2 persen hingga 2,3 persen. Dari sisi harga-harga bahan pokok, dia menyatakan bahwa kondisi rata-rata tetap stabil dan bahkan cenderung menurun. Hal ini dinilai positif, terutama menjelang pemilihan umum yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2024. Zulkifli juga menambahkan bahwa Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara yang lebih dulu maju seperti Jepang, China, dan Korea Selatan. Dia mencatat bahwa selama kunjungannya ke berbagai negara, banyak pihak yang menyatakan bahwa Indonesia hanya perlu menunggu waktu untuk mencapai status negara maju. Lebih lanjut, dia berujar tentang kemampuan Indonesia dalam mencapai berbagai kemajuan, termasuk dalam bidang pertahanan dan teknologi, dengan menyebutkan, "Kita sudah bisa bikin senjata, kita bisa bikin nuklir, negara kita maju juga, tapi negara lain lebih cepat." Sebelumnya, Kementerian Perdagangan melaporkan bahwa ekspor Indonesia pada bulan Agustus 2024 mencapai angka sebesar 23,56 miliar dolar AS, yang merupakan yang tertinggi sejak bulan Desember 2022. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional, Bara Khrisna Hasibuan, mengonfirmasi bahwa angka ini menandai ekspor tertinggi dalam kurun waktu 20 bulan terakhir dan merupakan pencapaian signifikan di tengah tantangan ekonomi global. Peningkatan angka ekspor pada bulan Agustus 2024 ini sangat mencolok jika dibandingkan dengan kinerja ekspor pada bulan Juli 2024 yang tercatat sebesar 22,24 miliar dolar AS. Selain itu, surplus neraca perdagangan pada bulan Agustus 2024 juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 2,9 miliar dolar AS, jika dibandingkan dengan bulan Juli yang hanya mengalami peningkatan surplus sebesar 0,5 miliar dolar AS. ANTARA