BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai parah. BMKG mencatat, visibility atau jarak pandang, Senin (8/8/2016) pukul 06.00 WIB menurun dibanding sebelumnya.

Visibility hanya berjarak 100 meter. Padahal, sehari sebelumnya, masih 600 meter. Kondisi ini mulai mengganggu beberapa aktivitas, seperti keberangkatan anak sekolah dari rumah menuju sekolah, hingga jadwal penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

"Tadi pagi asapnya tebal, pukul 06.00 WIB itu hampir sama seperi tahun kemarin," kata Yanto, salah satu PNS di lingkup Pemkab Kobar saat hendak mengantarkan anaknya ke sekolah.

Ia berharap, bencana kabut asap tidak terjadi lagi seperti tahun 2015 yang menyengsarakan seluruh masyarakat di Kobar. Selain berdampak langsung pada kesehatan, juga beberapa aktivitasnya terganggu.

Sementara itu, data BMKG Pangkalan Bun mencatat, kondisi asap pada Senin pagi lebih parah dibanding hari sebelumnya. Terjadi penurunan jarak pandang akibat kabut asap tebal pada pukul 06.00 sampai 07.00 WIB yakni berjarak 100 meter. Pada pukul 08.00 WIB kabut asap mulai menipis dengan jarak pandang 3.000 meter. Pada pukul 09.00 WIB kondisi cuaca cerah berawan dengan jarak pandang 6.000 meter. (CECEP HERDI/N).