JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Pemerintah Provinsi Papua berkolaborasi dengan UNICEF untuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Manajemen Daerah. Dalam pertemuan ini, mereka membahas enam komponen layanan dasar yang menjadi fokus kerja sama selama periode 2021 hingga 2025. Asisten Bidang Umum Sekretariat Daerah Papua, Derek Hegemur, menjelaskan bahwa komponen pertama dalam program tersebut adalah inisiatif gizi. Program ini dirancang untuk menangani dan menurunkan angka stunting di kalangan anak-anak. Komponen kedua adalah program air dan sanitasi, atau *Wash*, yang bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Fokus utama dari program ini adalah menanggulangi masalah Buang Air Besar (BAB) sembarangan dan menerapkan praktik hidup bersih serta sehat yang lebih baik di masyarakat. Lebih lanjut, program ketiga berkaitan dengan kesehatan, yang berfokus pada peningkatan layanan untuk bayi baru lahir agar lebih berkualitas. Selain itu, program ini juga mencakup penguatan sistem imunisasi dan upaya eliminasi malaria di berbagai area di Papua. Komponen keempat berfokus pada pendidikan, dengan perhatian khusus terhadap anak usia dini, literasi di tingkat awal, serta perkembangan anak remaja. Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di provinsi tersebut. Komponen kelima adalah program perlindungan anak. Program ini ditujukan untuk membangun sistem perlindungan anak di level nasional, dengan misi utama untuk mencegah dan menangani segala bentuk kekerasan, pelecehan, penelantaran, dan eksploitasi terhadap anak-anak. Terakhir, komponen keenam dari kerja sama ini adalah program lintas sektor. Fokusnya berada pada kesiapan darurat dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), yang akan mendukung komitmen nasional dalam kerangka PRB yang berlangsung dari tahun 2015 hingga 2030. Dalam rakor tersebut, pihak Pemprov Papua mengharapkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dapat mengidentifikasi berbagai pencapaian, isu, dan permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan program kerja sama di tahun 2024. Dengan mengkaji kerangka kerja sama antara pusat dan UNICEF dalam periode 2021-2025, diharapkan dapat menjadi pijakan untuk menyusun rencana kerja pada tahun 2025. Hal ini pun diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) yang berkaitan dengan anak di berbagai sektor. ANTARA