**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan pentingnya penguatan karakter bangsa dalam menghadapi tantangan teknologi digital. Hal ini dikemukakan sebagai respons terhadap fenomena positif dan negatif yang muncul, seperti keberadaan judi daring yang dapat menurunkan integritas dan moralitas masyarakat Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Warsito, menyatakan bahwa perjuangan untuk memerdekakan bangsa Indonesia telah mewariskan nilai-nilai penting seperti integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai ini seharusnya tetap melekat sebagai karakter bangsa dan menjadi landasan dalam menghadapi segala bentuk tantangan ke depan.
Warsito menambahkan bahwa dengan pesatnya perkembangan teknologi serta informasi, tantangan yang dihadapi bangsa ini semakin kompleks dan beragam. Salah satu tantangan besar berasal dari ideologi transnasional yang mengalir melalui saluran *digital* dan kemampuan kecerdasan buatan yang dapat mempelajari perilaku serta preferensi individu. Ancaman ini, jika tidak diantisipasi, bisa mengikis dasar ideologi bangsa.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Warsito mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih sadar dan fokus dalam memperkuat karakter bangsa. Ia mengharapkan agar karakter dan sikap mental bangsa Indonesia beranjak ke arah yang lebih baik, dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai arah dalam penguatan karakter dan identitas nasional. "Nilai-nilai tersebut harus meresap ke dalam pola pikir, pola kerja, dan pola hidup masyarakat kita," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden yang juga Ketua II Tim Ahli Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental, Arif Budimanta, menekankan pentingnya upaya pembudayaan ekonomi Pancasila sebagai bagian dari penguatan identitas bangsa. Ia menjelaskan bahwa sistem ekonomi di Indonesia harus berlandaskan pada Pancasila, bukan pada paham sosialisme, kapitalisme, atau *neo-liberal*.
Arif menerangkan bahwa ekonomi Pancasila menekankan pada prinsip gotong royong. Pemodal besar diharapkan tidak hanya fokus pada keuntungan pribadi, namun juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil. "Penguatan ekonomi dengan prinsip Pancasila memerlukan pendekatan yang mencakup tiga tahap: pembangunan struktur, pembudayaan cara kerja, dan evaluasi hasil yang diperoleh," jelasnya.
Melalui upaya ini, diharapkan identitas dan karakter bangsa dapat terjaga serta diperkokoh menghadapi berbagai tantangan yang timbul akibat kemajuan teknologi dan informasi.
ANTARA
Penguatan Karakter Bangsa Hadapi Tantangan Teknologi Digital
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Komentar (0)
Memuat komentar…







