JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, menyatakan harapannya bahwa peresmian fasilitas pengolahan dan pemurnian (*smelter*) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh Presiden Joko Widodo akan mampu meningkatkan hasil produksi. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Ribka mengungkapkan rasa kagumnya karena industri hilirisasi yang merupakan yang terbesar di dunia ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa keberadaan *smelter* ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Papua Tengah. Kawasan Tembagapura menjadi sumber konsentrat tembaga yang selanjutnya dikirim ke Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk diproses lebih lanjut. “Ini merupakan bentuk dukungan terhadap program hilirisasi yang ditetapkan oleh pemerintah,” ungkapnya. Ribka juga menjelaskan bahwa lokasi Freeport di Timika berada dalam Provinsi Papua Tengah. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama serta kolaborasi yang baik guna menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah. Beberapa tantangan tersebut termasuk pengangguran, kondisi kemiskinan ekstrem, serta upaya penanggulangan stunting. Dalam kesempatan lain, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pembangunan *smelter* PTFI di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, merupakan langkah strategis bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita sebagai negara industri yang maju. Ia menekankan pentingnya pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dan menolak untuk mengekspor hasil mentah atau yang disebut sebagai *raw material*. “Proyek pembangunan *smelter* ini adalah bagian dari usaha kita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri yang mandiri,” tegas Presiden Jokowi dalam sambutannya saat peresmian produksi *smelter* PTFI yang berlangsung pada Senin (23/9), disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta. Lebih lanjut, Presiden menyoroti bahwa pembangunan *smelter* tersebut merupakan bagian integral dari program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah untuk memberikan nilai tambah bagi penghasilan negara. Dengan demikian, diharapkan perekonomian tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga mampu mengolah dan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal. ANTARA