**Borneonews - Makassar**, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, baru-baru ini resmi menandatangani perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan pihak ketiga di Jakarta. Acara penandatanganan ini berlangsung dengan baik dan penuh semangat, mengindikasikan kemajuan dalam upaya menjadikan kota Makassar lebih ramah lingkungan.
Dalam keterangannya, Ramdhan Pomanto, yang akrab disapa Danny, menyampaikan rasa syukur atas selesainya proses panjang yang berlangsung selama lebih dari dua tahun untuk mencapai kesepakatan ini. Dia juga mengekspresikan terima kasih kepada pihak kementerian yang telah memberikan dukungan serta fasilitas yang diperlukan dalam realisasi kerja sama ini.
Penandatanganan MoU tersebut melibatkan beberapa pihak, termasuk Chief Technology Officer (CTO) dari Sus Shanghai, Jiao Xuejen, dan Direktur Utama PT Sarana Utama Synergy, Yee Wai Kuen. Proses ini juga disaksikan oleh Asisten Deputi Energi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ridha Yasser.
Danny menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut, ia menandatangani tiga dokumen penting. Dokumen pertama adalah perjanjian kerja sama antara PT SUS Shanghai dan Pemkot Makassar tentang pembangunan serta pengelolaan PSEL. Dokumen kedua berkaitan dengan kesepakatan pemanfaatan aset lahan di tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa yang seluas 3,1 hektar. Sementara itu, dokumen ketiga mencakup kerjasama proyek lahan dan pabrik di Tamalanrea yang memiliki luas 6,1 hektar dan akan dikelola selama 30 tahun.
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar mengharapkan bahwa kerja sama ini akan membantu menyelesaikan masalah sampah yang selama ini menjadi tantangan bagi kota. Ia menekankan betapa pentingnya penerapan teknologi dalam pengolahan sampah agar tidak ada lagi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Semuanya diharapkan dapat dikelola dengan baik sehingga akan menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.
Menyusul penandatanganan ini, Ridha Yasser dari Kementerian Koordinator menuturkan bahwa proyek ini sejalan dengan Perpres Nomor 35 Tahun 2018, yang mengamanatkan percepatan pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Proyek yang berlokasi di Makassar ini memiliki kapasitas untuk mengelola sekitar 1.300 ton sampah per hari, dengan dua jalur pembakaran yang mampu memproses 2x650 ton sampah per hari dan ditunjang oleh satu unit pembangkit uap berkapasitas 1 x 35 MW.
Proyek ini merupakan salah satu inisiatif strategis nasional yang tidak hanya akan membawa solusi terhadap permasalahan sampah yang kian meningkat, tetapi juga berpotensi signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung Indonesia dalam pencapaian target netral karbon, ujar Yasser.
Sementara itu, CTO dari SUS Environment, Jiao Xue Jun, menambahkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya siap berkontribusi dalam proyek pengolahan sampah untuk pembangkit listrik di Makassar. Dia menekankan bahwa mereka akan memanfaatkan teknologi dan manajemen yang efisien untuk memastikan pembangunan dan operasional proyek yang berhasil serta berkelanjutan.
Proyek ini ditargetkan untuk memulai ground breaking pada akhir tahun 2024 dan diharapkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Diharapkan, proyek ini akan menjadi contoh penting tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Tenggara. Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga akan menciptakan berbagai lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat serta mendorong perkembangan sektor industri terkait.
Kerja sama ini bukan hanya memperkuat hubungan antara Indonesia dan China di bidang energi terbarukan dan pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi langkah signifikan dalam kerangka inisiatif *Belt and Road*.
ANTARA
Kerja Sama Makassar Tanggulangi Sampah Menjadi Energi Listrik
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
Komentar (0)
Memuat komentar…







