**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri II Keuangan, Thomas Dijwandono, mengungkapkan bahwa arah anggaran negara di masa mendatang akan berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Dia menjelaskan bahwa investasi akan difokuskan pada penggerak pembangunan.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa investasi tersebut akan memiliki peran krusial dalam memacu fase pembangunan yang selanjutnya, sementara anggaran negara akan ditujukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan kesejahteraan jangka panjang. Pernyataan ini disampaikan pada sebuah kesempatan di Jakarta.
Dijwandono menekankan bahwa Indonesia akan mengejar berbagai proyek pembangunan yang layak secara komersial melalui kemitraan publik-swasta. Menurutnya, langkah-langkah ini sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada kisaran 7 hingga 8 persen. Tujuan ini sejalan dengan visi yang dimiliki oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dalam usaha membebaskan Indonesia dari jeratan pendapatan menengah.
"Meraih pertumbuhan ambisius sebesar 8 persen bukanlah sebuah impian, melainkan suatu keharusan. Untuk mencapainya, kita perlu memanfaatkan mesin pertumbuhan baru, seperti ekonomi digital dan ekonomi hijau," kata Dijwandono.
Dia juga menekankan peningkatan peran inovasi dan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Kedua aspek ini dinilai sangat penting agar Indonesia dapat bersaing di tingkat global dan membuka berbagai peluang baru.
Untuk mengoptimalkan penggerak pertumbuhan tersebut, kapasitas sumber daya manusia harus ditingkatkan melalui investasi dalam pendidikan, keterampilan, dan kesehatan. Tujuannya adalah menciptakan tenaga kerja yang produktif dan inovatif di masa depan.
Hal ini dianggap penting mengingat tantangan yang dihadapi, seperti populasi yang menua, produktivitas yang rendah, kurangnya daya saing, ketidaksetaraan, serta kelemahan dalam kapasitas institusi dan tata kelola. Kualitas sumber daya manusia yang lemah juga menjadi perhatian.
Dijwandono menegaskan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi terletak pada keberlanjutan. Oleh karena itu, semua upaya yang dilakukan harus bersifat inklusif dan ramah lingkungan. Kebijakan yang diambil harus mendorong kesetaraan sosial, melindungi sumber daya alam, dan menanggulangi perubahan iklim.
Dia mencatat bahwa jeratan pendapatan menengah juga dihadapi oleh sebagian besar negara di Asia Tenggara, meskipun kawasan ini memiliki pertumbuhan yang dinamis dan berkelanjutan dengan potensi menjadi kekuatan ekonomi global.
"Transisi menuju pendapatan yang lebih tinggi adalah krusial bagi setiap negara ASEAN. Ini tidak hanya penting untuk alasan domestik, seperti meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, tetapi juga untuk memastikan relevansi kawasan ini sebagai salah satu kekuatan ekonomi global," tuturnya.
ANTARA
Anggaran Negara Ditujukan untuk Kesejahteraan Jangka Panjang
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







