SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Raja Juli Antoni, menekankan bahwa peringatan Hari Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja seluruh pegawai dalam lingkup ATR/BPN. Menurutnya, upacara ini merupakan kesempatan untuk menilai apa yang telah berhasil dicapai, serta mendiskusikan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan. Raja Juli Antoni mengungkapkan semangat peringatan tersebut dengan memimpin upacara di halaman Kantor Wilayah ATR/BPN Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar semua pegawai tidak hanya menganggap tagline ATR/BPN—"Melayani, Profesional, dan Terpercaya"—sebagai kalimat yang kosong, melainkan sebagai pedoman yang menerangi setiap langkah dalam pelayanan publik yang mereka lakukan. Ia mengajak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk merenung sejenak sebelum memulai pekerjaan. Saat melakukan refleksi, pegawai diharapkan mempertanyakan sudahkah mereka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di hari-hari sebelumnya dan memiliki niat yang kuat untuk melayani dengan lebih baik di hari ini. Antoni juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pelaksanaan tugas-tugas harian. Ia menegaskan bahwa setiap pegawai ATR/BPN harus menuntaskan tanggung jawab sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Pegawai diharapkan dapat menyelesaikan setiap tugas tepat waktu, serta patuh pada ketentuan internal yang berlaku. "Sebagai contoh, jika sebuah tugas ditetapkan selesai dalam tiga hari, maka tidak boleh lebih dari periode tersebut. Jika sebuah tugas dapat diselesaikan dalam satu hari, maka menundanya hingga keesokan hari sama sekali tidak dapat dibenarkan. Inilah yang dinamakan profesionalisme," tuturnya dengan tegas. Di akhir sambutannya, Raja Juli Antoni berharap agar ATR/BPN mampu membangun citra yang kuat sebagai lembaga yang dapat diandalkan, sekaligus menjauh dari stigma negatif yang seringkali melekat pada institusi tersebut di masyarakat. Ia berharap ketika masyarakat mendengar nama BPN, yang terlintas dalam ingatan mereka bukanlah mengenai mafia tanah, melainkan sebagai lembaga yang benar-benar melayani dengan profesionalisme yang tinggi. ANTARA