SURABAYA –
**Borneonews - Ponorogo**, Polres Ponorogo, yang terletak di Jawa Timur, telah menetapkan sejumlah 16 personel muda untuk bertugas sebagai pengawal pribadi bagi setiap pasangan calon yang turut serta dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan berlangsung secara serentak pada akhir November tahun 2024. Kepala Bagian Operasional Polres Ponorogo, Kompol Edy Suyono, menjelaskan bahwa selain pengawalan kepada pasangan calon, pihaknya juga memberikan perlindungan kepada penyelenggara pilkada seperti Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para peserta pemilihan. Rangkaian kampanye akan dimulai dari tanggal 25 September hingga 23 November, sehingga pengaman ini sangat diperlukan untuk menjaga keamanan selama masa tersebut. Edy menambahkan bahwa penugasan pengawal pribadi ini merupakan bagian dari Standard Operating Procedure (*SOP*) Polres Ponorogo. Setiap pasangan calon akan mendapatkan pengawal, begitu juga dengan Ketua Bawaslu dan KPU, yang masing-masing mendapatkan dua orang walpri. Walpri yang ditugaskan akan mulai menjalankan tugasnya setelah penetapan nomor urut calon hingga selesainya proses pemilihan. Dari total 17 walpri yang ditugaskan, empat di antaranya akan mengawal calon bupati dan dua untuk calon wakil bupati. Untuk ketua KPU dan Bawaslu masing-masing juga disediakan dua pengawal pribadi. Koordinasi pengawasan oleh Sub Satgas walpri akan dipimpin oleh Iptu Abdul Cholik. Edy mengungkapkan bahwa para walpri yang ditunjuk memiliki fleksibilitas dalam penugasan, di mana pengawal dapat terdiri dari laki-laki maupun perempuan. Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa setiap walpri telah menjalani pelatihan yang komprehensif, baik di tingkat Polres maupun di Polda Jawa Timur. Pelatihan ini penting untuk memastikan bahwa pengawalan yang dilakukan berlangsung sesuai dengan prosedur operasional yang telah ditentukan. “Tugas kepolisian dalam pelaksanaan pilkada adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar proses demokrasi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Penyerahan walpri ini merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian untuk menjamin keselamatan setiap pasangan calon selama tahapan pilkada,” tegas Edy Suyono. ANTARA