MANADO –
**Borneonews - Manado**, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw, menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik. Menurutnya, pendidikan selayaknya dipandang sebagai *password* yang akan mengantarkan generasi muda ke arah yang lebih baik. Dalam sambutannya pada perayaan ulang tahun SMA Kristen I Tomohon, yang berlangsung pada hari Selasa, Steven menekankan bahwa masa depan adalah hak bagi mereka yang bersiap dengan matang dari sekarang. Ia mengingatkan pentingnya bagi siswa untuk memanfaatkan waktu dengan seoptimal mungkin, tetap fokus, dan tidak hanya terjebak dalam konsep teoretis saja. “Pendidikan adalah kunci untuk meraih masa depan. Oleh karena itu, saya ingin mengingatkan agar kalian tetap fokus dan disiplin dalam proses belajar,” ungkap Steven. Ia percaya bahwa meskipun dalam perjalanan pendidikan siswa akan dihadapkan pada berbagai tantangan, keyakinan akan hasil yang baik perlu terus dipelihara. Mantan ketua DPRD Sulut itu juga menekankan agar siswa tidak mengeluh tentang proses pendidikan yang dijalani. Ia mendorong agar mereka terus mempertahankan disiplin dalam belajar. “Disiplinkan diri kalian selama proses ini. Hasil tidak akan mengkhianati usaha yang telah dilakukan,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Steven memberikan apresiasi kepada siswa-siswa yang berhasil meraih medali di ajang PON yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatra Utara. Ia menegaskan pentingnya persiapan yang matang dalam setiap latihan yang dilakukan. “Ini adalah bukti bahwa kerja keras dan persiapan yang baik akan membuahkan hasil,” pungkasnya. Tak hanya itu, Steven juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas mengejar pengetahuan, tetapi juga membangun karakter yang baik. Ia menyampaikan, mendidik kemampuan intelektual tanpa memperhatikan aspek emosional dan moral dapat menjadi bencana. “Kecerdasan tanpa empati adalah ketiadaan makna. Koridor kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi akademis, tetapi juga kekuatan karakter dan iman dalam diri,” tutup Steven Kandouw. ANTARA