BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin di Kalimantan Selatan telah menggagas sebuah inisiatif bernama Satu Sistem Kekarantinaan di Kalimantan atau *One Borneo Quarantine System*. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap sumber daya alam hayati di Pulau Kalimantan. Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menyampaikan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat penting dalam keberhasilan perlindungan terhadap sumber daya alam, terutama dalam konteks kekarantinaan. Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Aula Fakultas Perikanan dan Pertanian ULM Banjarbaru, ia menekankan pentingnya kerja sama di bidang karantina, pendidikan, riset, dan teknologi. Sahat juga menegaskan bahwa Indonesia perlu menjadi pemimpin dalam isu kekarantinaan di kawasan Kalimantan. Dia menekankan bahwa penting bagi negara untuk dapat merespons dengan cepat terhadap kemajuan teknologi dan dinamika perdagangan global yang tengah berlangsung saat ini. Selain fokus pada peningkatan kualitas SDM, Barantin juga melihat peran dari institusi akademis. Melalui kolaborasi ini, para akademisi di ULM diharapkan dapat saling bertukar pengetahuan dan wawasan dengan lembaga karantina demi kemajuan bersama. Sebagai lembaga yang baru, Barantin berkomitmen untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara lebih luas, termasuk berkontribusi terhadap perlindungan kelestarian sumber daya alam hayati. Barantin berpegang pada asas-asas seperti kedaulatan, keadilan, perlindungan, dan keamanan nasional. Sahat menekankan bahwa asas keilmuan harus dimiliki oleh pejabat karantina untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efisien, serta didukung oleh berbagai institusi terkait, termasuk perguruan tinggi. Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Ahmad Alim, memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Barantin. Dia mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari merayakan Dies Natalis ULM ke-66 dan berharap dapat menjadi pendorong bagi proses akreditasi untuk 10 program studi baru, menambah program studi yang telah terakreditasi sebelumnya. Prof. Alim juga mengharapkan dukungan dari Barantin untuk melindungi keanekaragaman hayati, terutama dalam usaha perlindungan satwa dan tumbuhan yang dilaluliintaskan secara domestik maupun ekspor, agar dijamin dalam kondisi sehat, aman, dan kompetitif di pasar global. Dalam kontek kerjasama ini, tercatat bahwa terdapat 21 pegawai Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan yang merupakan alumni dari Universitas Lambung Mangkurat. Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Sekretaris Utama Barantin, Bambang, dan Wakil Rektor IV ULM, Yusuf Azis, juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dibuat. Sahat menutup sambutannya dengan harapan bahwa kerja sama ini mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dia percaya bahwa kolaborasi ini akan memperkaya wawasan kedua belah pihak dan lebih tangguh dalam menjaga kelestarian sumber daya, khususnya di wilayah Kalimantan. ANTARA