JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan metode kreatif dalam usaha meningkatkan kapasitas fiskal. Pendekatan ini dianggap sangat penting agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat terus bertambah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tito saat menjadi pembicara utama pada Seminar Internasional Desentralisasi Fiskal Tahun 2024 yang bertema *Optimizing Fiscal Decentralization: Pathway to Promote Growth, Wellbeing, and Convergence*, yang diselenggarakan di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, pada hari Selasa. Dalam paparannya, Tito mengharapkan agar para pemimpin daerah tidak hanya berperan sebagai birokrat yang berpikir secara administratif. Ia menekankan bahwa adalah penting bagi mereka untuk juga memiliki pola pikir yang bersifat *entrepreneurial*, yang memerlukan kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Tito menjelaskan bahwa kapasitas fiskal daerah dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok besar: daerah dengan kapasitas fiskal kuat, sedang, dan lemah. Daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat umumnya memiliki PAD yang jauh lebih besar dibandingkan dengan dana yang diterima dari transfer pusat. Sebaliknya, daerah dengan kapasitas fiskal lemah cenderung terpaku pada dana transfer pusat untuk memenuhi kebutuhan pendanaan mereka. Ia juga mengimbau agar daerah-daerah dengan kapasitas fiskal yang lebih lemah mencari solusi untuk memperkuat keuangan mereka. Beberapa strategi yang disarankan antara lain adalah melakukan efisiensi dalam belanja anggaran dan program, serta memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Selain itu, pengembangan **mindset** yang lebih inovatif dan kreatif juga sangat diperlukan. Dalam konteks persaingan di antara kepala daerah, Tito mengusulkan untuk menciptakan iklim kompetitif yang dapat mendorong mereka untuk lebih aktif dalam mencari cara meningkatkan PAD. Ia menekankan pentingnya bagi kepala daerah untuk saling bersaing dalam hal inovasi, terutama di tengah sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung yang memungkinkan rakyat menilai kinerja mereka. Lebih lanjut, Tito mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, atas dukungan yang telah diberikan kepada pemerintah daerah dalam hal pembinaan dan pengawasan. Ia menilai bahwa Sri Mulyani telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi Kementerian Dalam Negeri dalam menjalankan peran ini, khususnya melalui berbagai instrumen keuangan. “Terima kasih atas kolaborasi yang terjalin selama ini. Kita harus terus mendorong rekan-rekan di tingkat daerah dan selamat kepada mereka yang meraih penghargaan hari ini,” pungkas Tito. Dalam acara tersebut, Mendagri dan Menkeu juga berkesempatan untuk memberikan penghargaan secara simbolis kepada sejumlah pemerintah desa dan pemerintah daerah. Penghargaan tersebut meliputi Insentif Desa untuk Tahun Anggaran 2024 yang diakui berprestasi dalam Kinerja Tata Kelola Keuangan dan Pembangunan Desa. Selain itu, terdapat juga penghargaan Alokasi Insentif Fiskal untuk Kinerja Tahun Berjalan dalam percepatan belanja daerah. ANTARA