PALU –
**Borneonews - Palu**, Kementerian Pertanian Republik Indonesia berinisiatif mendatangkan investor asal Vietnam untuk berinvestasi di sektor peternakan yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam penjelasannya di Kota Palu, salah satu staf ahli Menteri Pertanian, Nasrulloh, menjabarkan bahwa investasi tersebut berfokus pada pembangunan industri sapi perah dan pengolahan susu. Langkah ini diambil untuk mendukung program pemberian susu gratis kepada masyarakat, sesuai dengan program presiden terpilih, Prabowo Subianto. Nasrulloh menjelaskan bahwa salah satu program utama dari presiden terpilih berupaya untuk menghadirkan makanan bergizi bagi siswa di berbagai jenjang pendidikan, serta bagi ibu hamil dan menyusui. Pemberian susu menjadi salah satu komponen penting dalam menciptakan pola makan yang bergizi, sehingga upaya ini dinilai krusial. Kementerian Pertanian telah menggandeng TH Grup, perusahaan ternama yang bergerak di industri dan peternakan sapi terbesar di Vietnam. Perusahaan ini diketahui menyediakan sekitar 50 persen kebutuhan susu di negara asalnya. Keterlibatan TH Grup dalam investasi di Indonesia muncul setelah kunjungan Menteri Pertanian ke Vietnam, yang menunjukkan kesepakatan untuk berinvestasi dalam pembangunan di sektor susu. Dalam menjelajahi potensi lokasi, TH Grup menemukan kawasan di Napu, Sulawesi Tengah, yang dianggap cocok untuk kegiatan investasi tersebut. Nasrulloh berharap bahwa lokasi yang dipilih sejalan dengan harapan pihak TH Grup. Proses administrasi mengenai tanah yang dimiliki telah mendapatkan pengesahan dari Bank Tanah. Penting bagi pemerintah daerah dan para pengambil keputusan untuk bertindak sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat agar program ini dapat berjalan dengan baik. Nasrulloh menekankan perlunya percepatan langkah dalam proses investasi agar calon investor tidak beralih ke opsi lainnya. Menurut data dari Bank Tanah, terdapat lahan seluas 6.647 hektar di kawasan Napu, Poso, dengan topografi rendah yang memiliki ketinggian antara 1.048 hingga 1.400 mdpl. Lahan yang diusulkan juga dilalui oleh Jalan Provinsi, yaitu Jalan Dongi-Dongi Watumaeta, yang memiliki lebar sekitar 4 meter. Jarak dari lokasi HPL atau Hak Pengelolaan Lahan ini terpaut sekitar 117 km dari Kota Palu, sehingga menjadi akses yang relatif mudah untuk dijangkau. ANTARA