**Borneonews - Nantong, China**, Kementerian Investasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) mendorong para pengusaha asal China untuk melakukan investasi di luar Pulau Jawa. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi investasi di Indonesia, terutama di Kalimantan yang saat ini menjadi pusat perhatian karena keberadaan ibu kota baru di Kalimantan Timur.
Dalam acara Indonesia-China Investment Conference 2024 yang berlangsung di Nantong, Provinsi Jiangsu, Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi/BKPM, Cahyo Purnomo, menyampaikan bahwa Kalimantan memiliki banyak peluang yang dapat dijajaki oleh investor. Adanya ibu kota baru di wilayah tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi ke daerah ini.
Cahyo juga menjelaskan bahwa konferensi ini dihadiri oleh sekitar 100 perusahaan dari berbagai sektor, seperti konstruksi, teknologi, logistik, semen, otomotif, properti, keuangan, dan tekstil. Pertemuan ini bertujuan untuk mempertemukan pengusaha dan mempromosikan potensi investasi yang ada di Indonesia.
Pemerintah Indonesia menawarkan berbagai insentif bagi pengusaha yang memenuhi syarat. Insentif tersebut termasuk kemungkinan pembebasan atau keringanan pajak untuk program-program yang berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga kerja dan penelitian serta pengembangan. Cahyo menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing nasional telah menunjukkan hasil yang positif, dengan Indonesia berhasil naik dalam indeks daya saing global.
BKPM telah melakukan pemetaan terhadap berbagai jenis investasi yang menjanjikan di Indonesia. Dengan ini, para pengusaha dari China tidak perlu memulai dari nol dalam mengambil langkah ekspansi di dalam negara. Saat ini, terdapat 81 proyek yang telah siap untuk ditawarkan, dengan masing-masing proyek telah melalui *pre-feasibility study*. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memilih bidang-bidang tertentu yang sesuai dengan kebutuhan dan lokasi yang telah ditetapkan.
Cahyo juga mencatat bahwa meskipun investor dari Jepang dan Korea sebagian besar berinvestasi di Pulau Jawa, investor China cenderung menaruh perhatian lebih kepada daerah di luar Jawa. Ia menambahkan bahwa keberadaan investasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi Indonesia tetapi juga membantu mendistribusikan aliran investasi secara merata ke seluruh pelosok negara.
Dalam kesempatan yang sama, Sri Rezeki, sebagai Industrial Specialist di PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), menjelaskan bahwa infrastruktur dan utilitas di KITB telah sepenuhnya siap. KITB dilengkapi dengan fasilitas pengolahan air limbah dan sistem pengelolaan limbah terpadu yang dapat menjamin kebutuhan listrik serta mendukung praktik pengelolaan ramah lingkungan.
Namun, menurut Sri, terdapat tujuh sektor industri prioritas di KITB, yang meliputi perusahaan-perusahaan yang melakukan *foreign direct investment* (FDI), industri hilir, industri dengan pelatihan teknologi tinggi, industri substitusi impor, industri yang mengadopsi teknologi hijau, serta industri berorientasi ekspor. Perusahaan yang masuk dalam kategori prioritas ini memiliki hak untuk memilih lokasi investasi, sedangkan yang tidak masuk prioritas akan mendapatkan penempatan lokasi yang ditentukan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Investasi/BKPM. Mencapai target realisasi investasi sebesar Rp1.650 triliun pada 2024 adalah salah satu fokus utama pemerintah di bawah arahan Presiden Joko Widodo. Hingga Semester I 2024, realisasi investasi telah mencapai Rp829,9 triliun, menyerap lebih dari 1,2 juta pekerja.
Investasi dari China di Indonesia selama periode 2019 hingga Semester I 2024 tercatat mencapai 32,2 miliar dolar AS dengan 21.022 proyek. Pada tahun 2023, nilai investasi China tercatat sebesar 7,4 miliar dolar AS, menjadikannya sebagai pemain investasi terbesar kedua setelah Singapura.
Sektor-sektor yang menjadi fokus utama investasi China di Indonesia meliputi industri pengolahan logam dasar, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, serta sektor lainnya yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan investasi. Wilayah dengan investasi terbanyak dari China adalah Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Maluku Utara, Jakarta, serta Banten.
ANTARA
BKPM Dorong Investasi China di Kalimantan dan Banjiri Sektor Baru
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Komentar (0)
Memuat komentar…







