JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penyedia layanan logistik global, DHL Express, menunjukkan keyakinan yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan melanjutkan ekspansi bisnisnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Hong Kong dan Jakarta, serta pembangunan fasilitas baru di Surabaya. Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah. Dia menegaskan bahwa dengan perkembangan ekonomi yang pesat, sektor logistik menjadi semakin penting. Rute penerbangan langsung dari Hong Kong menuju Jakarta diharapkan dapat meningkatkan konektivitas Indonesia dengan negara lain di seluruh dunia. Hong Kong saat ini berperan sebagai *hub* logistik utama. Banyak barang dari negara-negara sekitar seperti China, Jepang, Korea, serta Eropa, mengalir melalui Hong Kong sebelum sampai ke Indonesia dan negara lainnya. Dengan hadirnya penerbangan langsung ini, Ahmad menegaskan bahwa pengiriman barang akan menjadi lebih cepat dan efisien, yang tentunya akan memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha di Indonesia. Sebelumnya, pengiriman barang dari Hong Kong ke Jakarta melalui Kuala Lumpur memerlukan waktu yang lebih lama. Dengan adanya penerbangan langsung, waktu pengiriman dapat dipangkas hingga dua jam, yang merupakan waktu berharga bagi dunia bisnis. Ketersediaan bahan baku industri serta suku cadang alat berat dan kendaraan akan jauh lebih cepat, membantu meminimalkan waktu tunggu dalam proses penggantian komponen yang diperlukan. Penerbangan ini didukung oleh pesawat kargo model B737-800 dan dioperasikan sebanyak empat kali dalam seminggu. Mengingat potensi yang ada, Ahmad berharap untuk meningkatkan frekuensi penerbangan atau mendatangkan pesawat dengan kapasitas yang lebih besar di masa depan. Dalam menanggapi perkembangan ekonomi yang pesat, DHL juga sedang menginvestasikan sekitar Rp166 miliar untuk membangun gedung baru di Surabaya. Gedung baru ini direncanakan memiliki luas 6.000 meter persegi di atas lahan seluas 9.769 meter persegi. Proyek tersebut diharapkan dapat selesai pada bulan Maret 2026. Selain itu, Ahmad menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya tertarik pada pembangunan di Surabaya, namun juga mempertimbangkan kemungkinan membangun fasilitas baru di beberapa daerah lainnya. Melihat tren perkembangan yang terjadi di Indonesia, Ahmad merasa yakin untuk meyakinkan kantor pusat perusahaan agar lebih memperluas operasi bisnis mereka di Indonesia. ANTARA