**Borneonews - Kuala Lumpur**, Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, memberikan masukan kepada para pengusaha perempuan yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) untuk mengembangkan *trading house* di Malaysia. Langkah ini diharapkan dapat memfasilitasi kolaborasi usaha antara pengusaha dari kedua negara. Teten mengungkapkan pandangannya setelah membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 Iwapi di Kuala Lumpur. Ia menilai bahwa inisiatif para pengusaha wanita untuk menjalin kerjasama usaha dengan Malaysia patut disambut positif. Ia juga menyarankan agar Iwapi membangun *trading house* di Malaysia agar mempermudah pengusaha Indonesia yang ingin memasuki pasar Malaysia. “Tadi kami sarankan kepada Ibu Nita (Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi), untuk mencoba membangun *trading house* di sini (Malaysia). Hal tersebut bertujuan untuk membantu pengusaha Indonesia yang ingin memasuki pasar Malaysia,” jelas Teten. Menurut Teten, keberadaan *trading house* akan memberikan dukungan dalam berbagai aspek, seperti sistem logistik, penyediaan pembiayaan, dan standarisasi produk. Semua ini diharapkan dapat meringankan beban pengusaha Indonesia ketika memperkenalkan produk mereka di negara tetangga. Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di sektor perdagangan dan ekspor diharapkan dapat berkelanjutan, terutama dengan adanya dukungan dari fasilitas *trading house*. Pemerintah pun telah melakukan beberapa uji coba untuk melihat efektivitasnya. Teten menambahkan, potensi untuk meningkatkan perdagangan dengan Malaysia sangat besar. Ia memberikan contoh, antara lain industri kecantikan, kuliner, mode, dan produk kesehatan. Tidak hanya itu, ada peluang bagi Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk berkolaborasi dalam menjangkau pasar global yang lebih luas. Ia juga mencatat bahwa mayoritas produsen dalam sektor-sektor tersebut adalah perempuan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk mendorong partisipasi wanita dalam bidang ekonomi, di mana Iwapi diharapkan berperan aktif dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan kedua negara, Indonesia dan Malaysia, yang merupakan penguasa minyak sawit, Teten berharap akan ada produk turunan yang dihasilkan lewat hilirisasi. Ini dapat membuka peluang bagi peningkatan keuntungan yang lebih signifikan bagi kedua belah pihak. Acara Rakernas ke-3 di Kuala Lumpur dihadiri oleh sekitar 1.250 wanita pengusaha dari Iwapi yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia serta satu perwakilan dari Malaysia. Teten Masduki membuka acara ini, yang juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan pengusaha dari Malaysia. Pada hari Senin (23/9), hampir 100 stan ditampilkan dalam Iwapi Ekspo di Kuala Lumpur, yang menampilkan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Indonesia serta produk dan jasa dari pengusaha Malaysia. Selain itu, diselenggarakan pula sesi pencocokan bisnis yang mempertemukan 15 perusahaan Indonesia dengan mitra dari Malaysia. ANTARA