KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melaksanakan deklarasi kampanye damai yang melibatkan empat pasangan calon (paslon) untuk posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra. Ketua KPU Provinsi Sultra, Asril, mengungkapkan bahwa acara tersebut diadakan di Kendari. Ia menekankan pentingnya deklarasi damai sebagai komitmen bersama agar seluruh paslon dapat menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif di daerah yang dikenal sebagai Bumi Anoa. Asril menyoroti bahwa perbedaan pilihan dalam pemilihan umum adalah perkara yang wajar, namun tetap harus mengutamakan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut. Setelah acara deklarasi, ia meminta kepada masyarakat Sultra agar mengingat bahwa daerah ini adalah tempat tinggal bersama yang harus dilindungi. Menurutnya, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) seharusnya tidak menjadi pemecah belah hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ia juga menyampaikan bahwa pilkada diselenggarakan setiap lima tahun sekali, namun kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara akan terus berlanjut. Oleh karena itu, Asril mengajak semua pihak untuk bersatu dalam visi yang sama untuk mewujudkan Pilkada 2024 yang dapat berlangsung dengan aman, damai, dan kondusif. Dalam kesempatan yang sama, Asril menjelaskan bahwa dalam deklarasi ini, semua paslon juga diingatkan untuk berkomitmen mencegah terjadinya politisasi yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (*SARA*). Empat pasangan calon yang berpartisipasi dalam deklarasi kampanye damai ini terdiri dari: nomor urut 1 Ruksamin dan LM. Sjafey Kahar, nomor urut 2 Andi Sumangerukka dan Hugua, nomor urut 3 Lukman Abunawas dan La Ode Ida, serta nomor urut 4 Tina Nur Alam dan LM Ihsan Taufik Ridwan. ANTARA