**Borneonews - Medan**, PT Pos Indonesia Cabang Utama Medan telah berhasil menyalurkan bantuan pangan kepada 118.513 penerima yang terdaftar dalam program cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk penanganan stunting di Sumatera Utara. Penyaluran ini merupakan tahap pertama dari program tersebut.
Menurut Executive General Manager PT Pos Indonesia Cabang Utama Medan, Antonius Chrisna Sutantyo, realisasi bantuan ini sudah mencapai 80,79 persen di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Utara. Saat konferensi pers pada Selasa, 24 September, Antonius mengungkapkan bahwa masih ada 18.045 penerima yang belum mendapatkan bantuan dari total alokasi sebanyak 136.558 yang ditetapkan.
Dalam penyaluran bantuan pangan tersebut, terdapat beberapa daerah yang telah menyelesaikan proses penyalurannya, termasuk Kota Binjai dengan alokasi 15.167 penerima dan Kota Balige yang mencakup 3.170 penerima. Namun, masih banyak penerima di kota dan kabupaten lainnya yang belum menerima bantuan ini.
Antonius menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penerima yang belum mendapatkan bantuan. Beberapa dari mereka mungkin telah meninggal, pindah rumah, atau belum mengambil bantuan yang disediakan. Untuk itu, PT Pos Indonesia Medan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk terus meningkatkan koordinasi agar bantuan pangan ini dapat segera terealisasi.
Target kami adalah menyelesaikan penyaluran bantuan pangan ini pada minggu ini, sebelum memasuki tahap penyaluran selanjutnya, tegas Antonius.
Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah secara simbolis menyerahkan bantuan pangan kepada 11.820 Keluarga Rentan Stunting (KRS) di Kota Medan. Dalam sambutannya, Bobby menekankan pentingnya upaya pemerintah dalam menekan angka stunting untuk memastikan pertumbuhan generasi yang lebih baik di masa depan.
Ia juga meminta agar bantuan yang diberikan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan protein anak-anak balita di daerah tersebut.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Medan menunjukkan bahwa pada Mei 2024, tren prevalensi stunting di kota ini mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2021, prevalensi stunting mencapai 19,9 persen, yang kemudian turun menjadi 15,4 persen pada 2022, dan terus menurun hingga mencapai 5,8 persen pada tahun 2023. Saat ini, masih terdapat 208 balita yang teridentifikasi mengalami stunting di Kota Medan.
ANTARA
PT Pos Indonesia Salurkan Bantuan Pangan untuk Penanganan Stunting di Medan
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







