**Borneonews - Ottawa**, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, sedang menghadapi tantangan serius berupa mosi tidak percaya yang diajukan oleh pihak oposisi. Pembahasan mengenai mosi ini dijadwalkan berlangsung dalam sesi Dewan Rakyat Kanada pada hari Selasa, sesuai dengan waktu setempat.
Pemimpin Oposisi sekaligus Ketua Partai Konservatif Kanada, Pierre Poilievre, telah mengonfirmasi sejak pekan lalu mengenai rencananya untuk melanjutkan mosi ini, dengan pemungutan suara dijadwalkan pada hari Rabu. Poilievre sebelumnya menyatakan pada 11 September bahwa pihaknya berencana mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Trudeau. Mereka berharap langkah ini dapat mendorong diadakannya pemilihan umum lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.
Sesuai dengan regulasi yang ada, pemilihan federal di Kanada seharusnya dilaksanakan paling lambat pada 20 Oktober 2025. Namun, terdapat kemungkinan pemilihan tersebut dimajukan jika ada kesepakatan antara partai-partai politik yang ada.
Mosi tidak percaya ini merupakan upaya pertama untuk mengakhiri pemerintahan Trudeau dan akan dibahas dalam sesi tanya jawab harian. Dalam sesi ini, semua anggota parlemen, termasuk dari Partai Liberal, Partai Konservatif, Partai Demokrat Baru, serta Partai Bloc Québécois, akan turut berpartisipasi.
Trudeau diperkirakan akan mengatasi tantangan politik ini dengan baik, terutama setelah berakhirnya "perjanjian kepercayaan dan pasokan" yang mengikat Partai Demokrat Baru dengan Partai Liberal. Perjanjian tersebut telah menjamin keberlangsungan pemerintahan minoritas mereka sejak Maret 2022.
Namun, mosi tidak percaya yang diajukan oleh Poilievre diperkirakan tidak akan memperoleh dukungan mayoritas. Hal ini disebabkan oleh sikap tegas Bloc Québécois, yang menolak untuk mendukung mosi tersebut, meskipun Pemimpin Quebec Francois Legault telah berusaha untuk mengkritisi keterlambatan pemerintah pusat dalam menangani masalah imigrasi yang berdampak pada provinsinya.
Lebih lanjut, pemimpin Partai Demokrat Baru, Jagmeet Singh, juga menyampaikan bahwa partainya tidak akan memberikan dukungan terhadap mosi tidak percaya ini. Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat Baru tidak akan terlibat dalam "permainan Poilievre".
Dengan situasi yang berjalan seperti ini, tampaknya Trudeau dapat tetap melanjutkan tugasnya sebagai Perdana Menteri, meskipun pemerintahannya kini berada dalam kekuatan minoritas di parlemen.
ANTARA
Trudeau Hadapi Mosi Tidak Percaya di Parlemen Kanada, Keberlangsungan Pemerintahan Dipertaruhkan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







