**Borneonews - Ambon**, Distrik Navigasi Ambon, yang berlokasi di Maluku, baru-baru ini terlibat dalam operasi penyelamatan sebuah kapal layar motor yang mengalami kerusakan mesin di perairan Pulau Seram. Kapal tersebut, bernama KLM Terajana, membawa 17 penumpang saat mengalami masalah teknis.
Kejadian bermula ketika KLM Terajana berlayar dari Pelabuhan Manipa menuju Ambon. Pada Selasa, 24 September, sekitar pukul 15.00 WIT, kapal tersebut mengalami gangguan mesin di koordinat 3°-38.28,20 S dan 127°-47.36E. Menurut keterangan dari Kepala Bidang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dan Armada Distrik Navigasi Kelas I tipe A Ambon, Capt Ari Wibowo, pihaknya langsung merespons situasi tersebut.
Distrik Navigasi Kelas I Ambon kemudian mengerahkan kapal KN Bacan, yang dipimpin oleh Kapten Jufri Salampessy, untuk melakukan evakuasi. Saat tim penyelamat tiba, mereka menemukan 17 penumpang, yang terdiri dari tiga laki-laki, 10 perempuan, dan empat anak-anak, dalam keadaan selamat.
Setelah itu, proses pemindahan penumpang dari KLM Terajana ke KN Bacan dilakukan dengan hati-hati. Setelah semua orang berhasil dievakuasi, kapal KLM Terajana di tarik menuju Pangkalan Distrik di Ambon.
Kapten KLM Terajana, Jukri Rukua, menjelaskan bahwa mereka mengangkut delapan awak kapal dan 17 penumpang. Gangguan mesin terjadi sekitar pukul 14.00 WIT, hanya satu jam sebelum bantuan tiba. Diketahui, masalah ini terkait dengan alat Gerbok, yang berfungsi untuk pergerakan kapal maju dan mundur. Kapal tersebut memiliki muatan total empat ton, terdiri dari kopra, cengkih, dan gagang cengkih.
Kepala Distrik Navigasi Kelas I Ambon, Andi Fiardi, menekankan bahwa tantangan yang dihadapi dalam navigasi pelayaran tidak hanya sebatas pada aspek keselamatan. Mereka juga berperan aktif dalam usaha penyelamatan kemanusiaan, terutama dalam kasus KLM Terajana yang membutuhkan bantuan.
Kapal KLM Terajana yang mengalami insiden tersebut berhasil ditarik ke Ambon dan tiba di pelabuhan pada pukul 20.00 WIT. Kami langsung melakukan evakuasi dengan kapal Navigasi untuk menariknya ke Ambon bersama penumpangnya, ungkap Andi.
Dari pantauan yang dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon, semua penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan aman. Penghitungan menunjukkan satu laki-laki, 12 perempuan, dan empat anak-anak berada di kapal tersebut, bersama dengan delapan awak kapal, termasuk nakhoda.
Plt KSOP Ambon, Ferra Juliana Alfaris, menyampaikan pentingnya pendampingan bagi KLM Terajana sebagai upaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat maritim. Hal ini juga termasuk dalam proses pembinaan pemahaman mengenai keselamatan pelayaran, terutama terkait dengan pemeriksaan peralatan keselamatan, kondisi mesin kapal, serta pengaturan muatan dan penumpang.
Selain itu, dalam kegiatan pendampingan dan koordinasi juga hadir Kabag TU Herry Davit Saragih, Kasi Sertifikasi Kapal Willem Thobias Fofid, serta Kasi P3 Labaya. Kegiatan ini menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah tersebut.
ANTARA
Distrik Navigasi Ambon Evakuasi Kapal Terajana di Perairan Seram
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Komentar (0)
Memuat komentar…







