**Borneonews - Praha**, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengungkapkan bahwa jika para pihak yang terlibat dalam konflik Israel-Palestina tidak dapat mencapai kesepakatan sendiri, komunitas internasional mungkin perlu mengambil langkah untuk memaksakan penerapan solusi dua negara.
Dalam pernyataannya kepada media Denmark, DR, saat tiba di New York pada Selasa lalu, Frederiksen menyatakan, "Komunitas internasional harus mengambil alih isu ini. Hal ini bukan hanya masalah di Timur Tengah, tetapi juga berpengaruh pada seluruh dunia. Karena itu, kita perlu memaksa agar solusi dua negara dapat terwujud."
Ia juga menyoroti bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah telah menutupi berbagai inisiatif positif yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menyusul situasi yang terus memanas, PM Denmark menegaskan kesiapannya untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dalam upaya meredakan ketegangan yang semakin meningkat di wilayah tersebut.
"Situasi saat ini sangat sulit bagi Timur Tengah, terlebih dengan adanya risiko kondisi yang dapat memburuk, katanya, sambil mencatat adanya keengganan dari pihak Israel untuk mendukung solusi dua negara.
Meskipun Denmark aktif menyerukan upaya perdamaian di kawasan ini, Parlemen Denmark sebelumnya menolak usulan untuk mengakui kedaulatan Negara Palestina pada Mei yang lalu. Keputusan ini diambil berdasarkan konsensus bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memberikan pengakuan tersebut. Hal ini berlawanan dengan langkah sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Spanyol, Irlandia, dan Norwegia, yang telah memberikan pengakuan terhadap Palestina.
Namun demikian, Denmark tetap menunjukkan komitmennya dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina. Negara tersebut telah menyalurkan dana sebesar 15,3 juta dolar AS (Rp231,86 miliar) melalui badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, meskipun langkah ini mendapat penolakan dari pihak Israel.
Sejak terjadinya agresi yang dilakukan oleh Israel terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, lebih dari 41.400 warga Palestina, termasuk banyak wanita dan anak-anak, dilaporkan kehilangan nyawa. Selain itu, hampir 96.000 lainnya mengalami cedera akibat kekerasan yang terus berlanjut.
ANTARA
Perdana Menteri Denmark Desak Solusi Dua Negara untuk Konflik Palestina-Israel
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







