**Borneonews - Jakarta**, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa pada hari Rabu, harga beberapa komoditas pangan mengalami variasi yang cukup signifikan. Sementara itu, telur ayam ras mencatatkan peningkatan harga sebesar Rp1.210, sehingga kini harganya menjadi Rp29.610 per kilogram.
Menurut data yang dihimpun oleh Bapanas sampai pukul 07.40 WIB, harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional menunjukkan bahwa harga beras premium mengalami penurunan sebesar 0,06 persen atau setara dengan penurunan Rp10 menjadi Rp15.510 per kilogram.
Beras medium juga mengalami pengurangan kecil, yaitu turun 0,44 persen atau Rp60, yang membuat harganya kini menjadi Rp13.530 per kilogram. Sementara itu, harga beras yang dikelola oleh Bulog tetap stabil di angka Rp12.570 per kilogram, menunjukkan upaya untuk menjaga kestabilan pasokan pangan.
Beranjak ke komoditas bawang, harga bawang merah menunjukan kenaikan sebesar 1,96 persen, atau Rp540, sehingga kini harga bawang merah mencapai Rp28.040 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih bonggol juga mengalami kenaikan, yakni sebesar 2,54 persen atau Rp1.010, menjadikannya dijual dengan harga Rp40.720 per kilogram.
Komoditas cabai merah keriting mengalami sedikit kenaikan harga, yaitu 0,06 persen atau Rp20, sehingga kini dibanderol Rp33.200 per kilogram. Cabai rawit merah pun mencatatkan kenaikan harga sebesar 0,07 persen atau Rp30, dengan harga terakhir mencapai Rp45.510 per kilogram.
Dari sisi daging, harga daging sapi murni menunjukkan tren penurunan, yakni sebesar 0,88 persen atau Rp1.180, sehingga kini menjadi Rp133.460 per kilogram. Kontroversial dengan harga daging ayam ras, yang justru naik sebesar 4,36 persen atau Rp1.510, menjadikannya seharga Rp36.180 per kilogram, bersamaan dengan naiknya harga telur ayam ras yang meningkat 4,26 persen atau Rp1.210, dengan total harga Rp29.610 per kilogram.
Melanjutkan pengamatan, harga kedelai biji kering (impor) tercatat naik 0,74 persen, menghasilkan harga baru sebesar Rp10.900 per kilogram. Gula konsumsi pun mengalami kenaikan sebesar 1,46 persen atau Rp260, menjadikannya dipasarkan dengan harga Rp18.090 per kilogram.
Kemudian, harga minyak goreng kemasan sederhana juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar 3,31 persen atau Rp600, dengan harga menjadi Rp18.740 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng curah sedikit turun sebesar 0,18 persen atau Rp30, sehingga harganya menjadi Rp16.300 per kilogram.
Tepung terigu curah juga mencatatkan kenaikan sebanyak 2,17 persen atau Rp220, menyusup ke harga Rp10.380 per kilogram. Berbeda dengan tepung terigu non-curah yang hanya naik tipis sebesar 0,46 persen atau Rp60, menjadi Rp13.170 per kilogram.
Harga jagung di tingkat peternak melonjak hingga 22,11 persen atau Rp1.320, menjadikannya dihargai Rp7.290 per kilogram, sementara harga garam halus beryodium juga naik sedikit, yaitu 0,87 persen atau Rp100, menjadi Rp11.640 per kilogram.
Dalam hal komoditas perikanan, harga ikan kembung mengalami kenaikan sebesar 2,02 persen atau Rp760, sehingga mencapai Rp38.390 per kilogram. Ikan tongkol dan ikan bandeng juga mencatatkan kenaikan harga, masing-masing naik 1 persen atau Rp320, serta 9,26 persen atau Rp3.090, dengan harga baru menjadi Rp32.430 dan Rp36.470 per kilogram.
ANTARA
Fluktuasi Harga Pangan, Telur dan Daging Alami Kenaikan Signifikan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
PSMS Medan Bungkam PSIS Semarang 2-1
Komisi III DPR Minta Kapolri Terus Gas Pol Perangi Narkoba
Komentar (0)
Memuat komentar…







