JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Kota Jakarta Pusat berkomitmen untuk mengenalkan berbagai aset budaya dan sejarah, seperti Monumen Nasional (Monas) dan Museum Tekstil, kepada siswa sekolah serta mahasiswa. Inisiatif ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan aset publik demi kepentingan masyarakat luas. Wakil Walikota Jakarta Pusat, Chaidir, menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup kunjungan ke berbagai destinasi di Monas, termasuk penggunaan bus tingkat, serta kunjungan ke sejumlah museum bersejarah. "Kami ingin membuat anak-anak dan mahasiswa lebih mengenal lokasi-lokasi penting di Jakarta," tuturnya. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam penggunaan aset negara untuk kepentingan publik. Ini diwujudkan dengan menyediakan akses yang luas bagi masyarakat terhadap tempat-tempat seperti taman, museum, dan perpustakaan serta mengoptimalkan aset tersebut untuk memberikan keuntungan ekonomi bagi warga. Kegiatan ini juga diadakan sejalan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia, sebagai upaya memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di Jakarta Pusat. "Tujuan kami adalah memperkenalkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta Pusat, sehingga kota ini bisa bersiap untuk menjadi metropolitan yang modern di masa depan," jelas Chaidir. Selain itu, Chaidir berharap bahwa melalui kegiatan *familiarization trip* ini, perekonomian masyarakat di Jakarta Pusat dapat meningkat, sehingga memberikan kesejahteraan yang lebih baik. Ia yakin pariwisata di Jakarta perlu terus dikembangkan agar dapat bersaing dengan kota-kota global lainnya. Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wiwik Satriani, menambahkan bahwa tema yang diusung pada kegiatan ini adalah urban, yang sangat relevan dengan Jakarta Pusat sebagai pusat Ibu Kota. "Di daerah lain, mungkin fokus pada wisata bersejarah, tetapi di Jakarta Pusat, wisata kota adalah yang terpenting. Hari ini kami mengajak sekitar 50 peserta," ungkapnya. Para peserta dalam *familiarization trip* kali ini diajak untuk mengunjungi berbagai lokasi menarik, termasuk museum, galeri seni, pusat perbelanjaan, serta infrastruktur kota di Jakarta Pusat. "Setiap kegiatan memiliki tema tertentu, termasuk acara untuk memperingati HUT Jakarta, wisata religi saat Ramadan, dan HUT RI yang telah kita lakukan sebelumnya, dan saat ini kita menyambut Hari Pariwisata Sedunia," kata Wiwik. Tidak hanya itu, para peserta juga diajak untuk mengeksplorasi tempat-tempat seperti Galeri Nasional, Museum Kebangkitan Nasional, Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya, Senayan Park, dan Skywalk Senayan Park. Selama kunjungan, diharapkan para peserta dapat membagikan pengalaman mereka melalui akun media sosial masing-masing, sehingga kegiatan ini bisa mendapatkan perhatian lebih luas dari masyarakat. ANTARA