JAKARTA –
**Borneonews - Bandung**, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan berbagai tantangan dalam bidang kesejahteraan sosial yang harus dihadapi oleh generasi muda lulusan perguruan tinggi. Hal ini menjadi penting untuk mempersiapkan mereka menjelang Indonesia Emas pada tahun 2045. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gus Ipul saat memberikan sambutan pada acara wisuda bagi 518 lulusan Magister dan Sarjana Terapan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) di Gedung Sabuga, Bandung, Jawa Barat, pada hari Selasa. Dalam pidatonya, ia menggambarkan bahwa para lulusan telah disiapkan untuk menghadapi tantangan yang ada dalam waktu 2 hingga 5 tahun ke depan, menuju cita-cita besar Indonesia pada tahun 2045. Gus Ipul juga mengingatkan bahwa pada tahun 2045, sebanyak 70 persen penduduk Indonesia akan berada pada usia produktif. Peluang ini, yang sering dikenal sebagai *bonus demografi*, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Para wisudawan diharapkan dapat bertransformasi dari teori menjadi praktik, sehingga mereka dapat berkontribusi sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Dalam pidatonya, dia mengidentifikasi enam isu utama dalam kesejahteraan sosial yang perlu ditangani secara serius. Isu-isu tersebut mencakup penanganan terhadap korban bencana alam dan non-alam, dampak sosial dari penyalahgunaan narkoba, permasalahan tumbuh kembang anak, serta kemiskinan di komunitas adat yang terpinggirkan. Selain itu, tantangan terkait pekerja migran juga mendapat perhatian khusus. Gus Ipul menekankan pentingnya memiliki kecerdasan yang komprehensif. Menurutnya, lulusan harus mampu menjalani interaksi sosial yang baik, membangun karakter yang kuat, serta mengedepankan peradaban yang unggul, sambil menanamkan rasa cinta terhadap tanah air mereka. Lebih jauh, dia menegaskan bahwa karakter keluarga dan penguatan jaringan sosial memegang peranan yang krusial dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Gus Ipul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Indonesia sebagai langkah penting dalam memperkuat kesejahteraan sosial di tengah berbagai dinamika yang ada. ANTARA