**Borneonews - Athena**, Kelompok Kiri di Parlemen Eropa memberikan kecaman keras terhadap serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Lebanon, menyatakan bahwa tindakan tersebut telah menjerumuskan negara itu ke dalam kondisi kesengsaraan yang mendalam. Mereka menilai bahwa pemerintah Israel yang berhaluan kanan telah menciptakan kekacauan di seluruh wilayah Lebanon, disertai dengan keterlibatan atau dukungan dari sekutu-sekutu Barat.
Serangan yang terjadi pada hari Senin itu dianggap melanggar kedaulatan Lebanon, serta menyebabkan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional. Para anggota parlemen tersebut mencatat bahwa bom-bom yang dijatuhkan menyebabkan banyak warga sipil, termasuk di daerah pemukiman, personel medis, dan ambulans, menjadi korban.
Dalam rilis mereka, kelompok ini menyerukan penangguhan atas perjanjian perdagangan dan asosiasi yang dimiliki Uni Eropa dengan Israel. Mereka juga menuntut agar Uni Eropa segera mengimplementasikan embargo senjata yang tidak bersyarat terhadap negara tersebut. "Berapa banyak nyawa manusia yang harus melayang sebelum masyarakat internasional mengambil tindakan? Eropa tidak bisa berdiam diri dalam situasi pembantaian ini. Uni Eropa harus bertindak dengan segera," tegas mereka.
Kostas Arvanitis, seorang anggota parlemen dari partai sayap kiri Syriza asal Yunani, menyoroti bahwa kepemimpinan Eropa terus bersikap bungkam dan munafik terkait kejahatan perang yang dilakukan oleh pemerintahan Israel yang dipimpin oleh Netanyahu. Ia juga mengkritik ketidak-prihatinan tersebut terhadap situasi di Ukraina.
Sama halnya, Irene Montero, anggota politik dari partai Podemos di Spanyol, mengungkapkan bahwa martabat umat manusia sangat bergantung pada upaya untuk menghentikan tindakan para pelaku genosida, meskipun mereka mendapat dukungan dari kalangan elit di Eropa tanpa rasa malu.
Marc Botenga, wakil dari Partai Pekerja Belgia (PTB), menegaskan bahwa Israel sedang melakukan genosida di Gaza. Ia menyatakan pentingnya untuk mengingat bahwa warga sipil tidak seharusnya menjadi target dalam konflik ini, dan Uni Eropa tidak bisa lagi berpangku tangan.
"Sudah saatnya kita menghentikan kengerian ini," kata Botenga.
Sejak hari Senin (23/9), tentara Israel telah meluncurkan serangkaian serangan udara yang mematikan ke Lebanon. Menurut laporan dari Menteri Kesehatan Lebanon, Firas Abiad, serangan ini telah menyebabkan lebih dari 560 korban jiwa, termasuk 95 perempuan dan 50 anak-anak, serta melukai sekitar 1.835 orang lainnya.
Abiad juga menegaskan bahwa mayoritas korban yang jatuh adalah warga sipil yang tidak bersalah yang berada di rumah saat serangan terjadi, sebuah fakta yang bertentangan dengan klaim Israel yang menyebutkan mereka hanya menyerang pejuang.
ANTARA
Parlemen Eropa Kecam Serangan Israel, Desak Tindakan Segera
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







