BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang** Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah mengoptimalkan program *pompanisasi* sebagai langkah untuk mengatasi masalah kekeringan yang mengancam lahan pertanian pada puncak musim kemarau di wilayah tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Edi Romdoni, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melaksanakan kegiatan *pompanisasi* di area pertanian sawah yang berada di Bangka Selatan dan Belitung. Ia menyatakan rasa syukurnya karena upaya tersebut telah berhasil mengatasi kekeringan yang terjadi pada puncak musim kemarau tahun ini. Lebih lanjut, Edi menjelaskan, "Alhamdulillah, lahan pertanian di dua kabupaten ini sudah teratasi dengan baik. Hal ini berarti petani tidak akan mengalami gagal panen padi sawah pada tahun ini." Kesulitan dalam menjalankan program *pompanisasi* ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya ketersediaan sumber air di beberapa lokasi. Namun, di daerah yang memiliki sumber air yang cukup, program tersebut akan ditingkatkan untuk mendukung peningkatan produksi padi. Kendati demikian, Edi menambahkan bahwa saat ini sumber air di beberapa kawasan pertanian mulai menyusut, sehingga hal ini mengakibatkan berbagai tantangan bagi petugas dalam pelaksanaan *pompanisasi*. Ia juga mencatat bahwa dengan tiba musim tanam padi pada bulan September tahun ini, sebagian petani memilih untuk menunda proses penanaman sebagai langkah antisipatif terhadap dampak kekeringan yang disebabkan oleh musim kemarau. "Beberapa petani kini memilih untuk menunda penanaman sambil menunggu perkembangan dan prediksi terkait cuaca tahun ini," pungkasnya. Melihat situasi ini, langkah-langkah strategis perlu diambil guna memastikan ketahanan pangan tidak terganggu, serta memberikan dukungan yang memadai bagi para petani dalam menghadapi tantangan yang ada. ANTARA