JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengekspresikan keprihatinannya terhadap sikap sejumlah tokoh publik yang menunjukkan ketidakpedulian terhadap penderitaan yang dialami masyarakat Palestina. Penderitaan tersebut diakibatkan oleh serangan beruntun yang dilakukan oleh tentara Israel, yang telah merenggut lebih dari 40.000 nyawa dari kalangan mereka. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Anwar menegaskan bahwa sangat disesalkan jika ada artis dan tokoh publik, termasuk dari Indonesia, yang tidak menunjukkan kepedulian sama sekali terhadap nasib rakyat Palestina. Ia mengingatkan bahwa kehilangan nyawa yang begitu banyak merupakan sebuah tragedi kemanusiaan yang seharusnya mendapat perhatian dari semua kalangan. Anwar juga mengkritik perilaku individu yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan nasib orang lain. Sikap semacam itu, menurutnya, mencerminkan hilangnya hati nurani serta kurangnya penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Ia menegaskan perlunya setiap individu untuk bersama-sama mengingatkan satu sama lain agar kembali kepada fitrah sebagai makhluk sosial dan beragama. Ia menambahkan, seluruh umat manusia memiliki tanggung jawab mulia untuk melakukan pengamalan nilai-nilai luhur dalam kehidupan, dengan menerapkan prinsip amar makruf nahi mungkar, yaitu berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk. Dalam konteks ini, Anwar berpendapat bahwa jika seseorang menyaksikan pembunuhan dan kekerasan yang dilakukan oleh pihak tertentu terhadap yang lainnya, maka sebagai manusia, mereka harus menunjukkan kepedulian dan melakukan upaya pencegahan. Anwar juga menyebutkan bahwa berbagai gerakan boikot yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap situasi di Palestina adalah hal yang wajar. Salah satunya adalah Gerakan *Blockout* 2024 yang baru-baru ini ramai dibahas di media sosial. Melalui gerakan-gerakan ini, ia berharap dapat terbentuk upaya moral yang bersifat global, yang pada gilirannya bisa mencegah pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di berbagai belahan dunia. Ia menekankan pentingnya usaha bersama agar kehidupan sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial dan beragama dapat menjadi lebih baik di masa depan, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global. Ini diharapkan menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan dunia yang lebih indah dan bertanggung jawab. ANTARA