**Borneonews - Hamilton**, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengungkapkan kritik tajam terhadap Dewan Keamanan PBB yang mengadakan sidang tinggi berfokus pada isu Ukraina, di tengah situasi krisis yang mendalam di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, ia menyoroti ketidakpuasan terhadap perhatian yang diberikan oleh negara-negara sekutu Barat terhadap Ukraina, sementara tantangan nyata di Gaza kian meningkat seiring dengan serbuan militer yang terjadi di wilayah tersebut.
Nebenzia menyatakan, Di tengah serangan militer yang mengerikan di Gaza dan ketidakmampuan Dewan Keamanan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, salah satu fokus utama Dewan justru teralih kepada kepentingan citra publik dari Presiden Ukraina yang masa jabatannya telah berakhir. Kritik ini menggambarkan ketidakselarasan prioritas yang menurutnya tidak sepatutnya terjadi mengingat kondisi mendesak di Gaza.
Selanjutnya, ia mengingat kembali pernyataan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang menilai situasi di Gaza sebagai yang belum pernah terjadi sebelumnya. Nebenzia menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB telah gagal selama hampir satu tahun untuk mewujudkan gencatan senjata di wilayah tersebut, dikarenakan veto yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat sebanyak lima kali.
Duta Besar Rusia tersebut juga menuduh Ukraina telah mengabaikan perjanjian Minsk dan menginformasikan kepada Dewan Keamanan bahwa tentara Ukraina kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, di ambang kehancuran total.
Lebih lanjut, Nebenzia mencermati bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, tampaknya berperan sebagai pahlawan dan sekutu Barat, sekaligus mengklaim dirinya sebagai penyelamat umat manusia dari ancaman Rusia. Namun, ia menilai bahwa Zelenskyy belum memenuhi janji-janji yang ia buat kepada rakyat Ukraina saat terpilih menjadi presiden.
Kita dapat melihat bagaimana dia secara bertahap mengkhianati rakyatnya dan menghancurkan kedaulatan negara demi kepentingan negara-negara Barat, ujarnya, menekankan betapa pentingnya konteks kepentingan nasional bagi Ukraina.
Nebenzia menegaskan bahwa Rusia tidak berperang melawan rakyat Ukraina, melainkan menentang rezim yang berkuasa di Kiev. Ia mengekspresikan kesiapannya untuk membangun hubungan damai dengan Ukraina, sepanjang Ukraina tidak berubah menjadi wilayah yang dipenuhi dengan sentimen anti-Rusia dan perilaku agresif.
Ia menegaskan bahwa Rusia akan terus melaksanakan *operasi khusus* di Ukraina hingga semua tujuannya tercapai, mengindikasikan tidak ada jalan lain menuju perdamaian dalam pandangannya.
ANTARA
Rusia Kecam Sidang PBB Soal Ukraina di Tengah Krisis Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Komentar (0)
Memuat komentar…







