JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pujian atas ketekunannya dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama lebih dari sepuluh tahun kepemimpinannya. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Menurut Edy Prasetyono, Staf Profesional Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lemhannas, Jokowi telah berhasil mengangkat kepentingan nasional Indonesia dengan fokus utama pada pertumbuhan ekonomi. Pujian tersebut disampaikan dalam acara Jakarta Geopolitical Forum 2024 yang berlangsung di Jakarta. Prasetyono menekankan bahwa kondisi keamanan yang stabil serta kerjasama regional merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, Indonesia secara konsisten mendorong dialog di tingkat internasional untuk mencapai tujuan tersebut. Lebih lanjut, Prasetyono menyatakan bahwa Indonesia telah mempertahankan komunikasi yang baik dengan negara-negara yang terlibat dalam konstelasi geopolitik regional. Dia juga mengamati bahwa Jokowi berhasil menempatkan Indonesia dalam posisi yang seimbang untuk menjaga stabilitas regional, suatu hal yang sangat penting guna mempercepat dan mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. "Eksistensi ketahanan nasional merupakan hal yang selalu diperjuangkan oleh Bapak Jokowi," ujarnya. Selain itu, Prasetyono memberikan apresiasi kepada Prabowo Subianto, presiden terpilih yang akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Ia meyakini bahwa Prabowo, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan, akan melanjutkan perjuangan Jokowi dengan visi besar yang dimilikinya. "Meski belum menjabat, Prabowo telah melakukan safari politik yang berimbang dengan mengunjungi Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis," katanya. Prasetyono berpendapat bahwa langkah yang diambil oleh calon pemimpin negara tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan regional di berbagai forum internasional. Dia juga menekankan bahwa posisi kebijakan luar negeri Prabowo tetap sejalan dengan pendekatan tradisional Indonesia yang bersifat independen dan aktif, meskipun mengarah pada perbedaan dibandingkan dengan fokus kultur yang diutamakan oleh Jokowi. ANTARA