BORNEONEWS, Kasongan - Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Katingan 2016. Pengukuhan 72 putra-putri daerah anggota Paskibraka Katingan 2016 itu, berlangsung di Gedung Salawah, Kasongan, Minggu (7/8/2016) malam.

Yantenglie berharap, sebanyak 72 putra putri daerah yang mengikuti Diklat tersebut akan menjadi pionir pembentukan karakter generasi muda di lingkungan masing-masing. Sebab,  para calon Paskibraka ini merupakan utusan terbaik dari tiap kecamatan. Diklat Paskibraka ini merupakan kesempatan terbaik dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan membentuk karakter bangsa.

"Setelah pulang, saya harap adik-adik menjadi pionir atau percontohan bagi kerabat, saudara maupun lingkungan kalian. Bukan tidak mungkin kalian akan menggantikan saya sebagai bupati katingan kedepan," ungkapnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia dibentuk oleh para pendiri bangsa berdasarkan persamaan ideologi yaitu Pancasila. Sebagai WNI wajib hukumnya memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan. "Tidak tidak boleh melenceng dari ideologi Pancasila. Kita jangan hilangkan jati diri bangsa, kita harus bangga menjadi anak bangsa Indonesia," sebutnya.

Untuk itu, 72 calon Paskibraka ini diminta mengikuti diklat dengan secara sungguh-sungguh, sebab kesempatan seperti ini tidak dimiliki semua orang. "Diklat ini merupakan peluang bagi kemajuan adik-adik menuju masa depan yang cerah. Usai kegiatan ini saya berharap adik-adik mempunyai berwawasan yang luas, berpikir logis dan kontruktif," ucapnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Katingan Mido Mahar melaporkan, peserta diklat Paskibraka berjumlah 72 orang putra-putri yang berasal dari 13 kecamatan. Seperti Katingan Kuala 6 orang, Mendawai 4, Kamipang 3, Tasik Payawan 3, Katingan Hilir 23, Tewang Sangalang Garing 1, Pulau Malan 4, Katingan Tengah 10, Sanaman Mantikei 8, Petak Malai 1, Marikit 4, Katingan Hulu 4, Bukit Raya 1.

"Mereka ditampung selama 17 hari mulai 3 Agustus hingga 19 Agustus 2016. Mereka akan dilatih kesigapan dan kekompakan dalam melipat, menaikan dan menurunkan bendera merah putih dengan sempurna," kata Mido. (HAIRUL SALEH/N).