BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Harganas ke-31 Tahun 2024.
Kegiatan ini dibuka oleh Pj Bupati Kobar Budi Santosa didampingi Bunda Paud Kobar Hari Saparia, serta dihadiri jajaran Forkopimda Kobar, BKKBN Provinsi Kalteng, siswa-siswi, instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Kobar mengalami penurunan sebanyak 2,3 persen dari 23,4 persen menjadi 21,1 persen.
Sedangkan, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Kobar sebesar 17,9 persen. Dalam kesempatan ini, Pj Bupati Kobar menyampaikan kepada jajaran perangkat daerah agar terus berupaya menurunkan angka stunting.
"Keluarga menentukan sumber daya manusia, menguatkan keluarga terutama mendukung program penurunan stunting, saya mengingatkan untuk menjadikan keluarga berkualitas sebagai garda terdepan dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia emas," ujar Budi Santosa, Rabu, 25 September 2024.
Ia melanjutkan, agar kepada pasutri maupun keluarga untuk menjaga kesehatan putra putrinya dari risiko stunting yang mana baik ibu dan bayi harus dipenuhi gizi yang terstandar di posyandu dan puskesmas.
"Kita harus mempersiapkan sumber daya manusia yangs sehat cerdas mapan secara ekonomi melalui program-program penurunan stunting, diharapkan Duta Generasi Berencana (Genre) di Kabupaten Kotawaringin Barat dapat berperan penting terkait pencegahan stunting khususnya anak muda yang yg membangun keluarga dimasa depan," tuturnya.
Dengan tema "Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas untuk Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Sentosa," kegiatan berlangsung dengan baik dan meriah.
Tampak kumpulan anak muda yang menjadi Duta Genre Kobar tampil flashmob yang memberikan edukasi untuk menjadi generasi muda cerdas, kritis dan peduli dalam menurunkan angka stunting di Bumi Marunting Batu Aji. (NURITA/H)









