**Borneonews - Cianjur**, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki ambisi untuk mendorong produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku ekonomi kreatif setempat agar mampu bersaing di pasar baik nasional maupun internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai pelatihan dan program pendampingan terus diadakan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur, Asep Suparman, menyatakan bahwa rutin mengadakan pelatihan kriya merupakan salah satu langkah penting untuk membantu pelaku ekonomi kreatif berinovasi dalam menciptakan kerajinan yang menarik dan diminati oleh pasar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal.
Asep menambahkan, keberhasilan produk kriya dari pelaku usaha di Cianjur sudah terbukti dengan adanya beberapa hasil kerajinan yang telah menembus pasar nasional dan internasional. Contohnya adalah produk-produk seperti radio antik dan lampu gentur, yang menunjukkan potensi besar dari pelaku kreativitas di daerah ini.
Sebagai tindak lanjut, pelatihan yang diberikan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga mencakup aspek kolaborasi antara para pelaku ekonomi kreatif. Hal ini penting agar meskipun menggunakan bahan baku yang sama, mereka dapat menghasilkan karya yang unik dan berbeda, sehingga memiliki daya tarik tersendiri di pasar.
Lebih dari itu, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga berupaya untuk mendorong para pelaku usaha memanfaatkan teknologi modern, termasuk *e-commerce*, untuk memasarkan produk mereka. Pengetahuan tentang legalitas usaha juga menjadi perhatian, sehingga produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara lebih luas, bahkan hingga ke pasar internasional.
Saat ini, Cianjur memiliki lebih dari 40 pelaku ekonomi kreatif yang tersebar di 32 kecamatan. Beragam kerajinan tangan dihasilkan oleh mereka, mulai dari produk olahan hasil bumi, batik, hingga miniatur berbahan kayu dan bambu.
Selain pelatihan rutin, Dinas juga menyediakan pendampingan untuk membantu pelaku usaha mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi. Ini termasuk proses pendaftaran pasar digital dan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), agar usaha mereka dapat beroperasi secara legal dan optimal.
ANTARA
Dinas Cianjur Tingkatkan Daya Saing Produk Ekonomi Kreatif
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Komentar (0)
Memuat komentar…







