BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran memerintahkan menangkap dan menindak secara hukum pembakar lahan, siapa pun dia, tanpa pandang bulu. Hal ini diucapkan orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu, menyikapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta munculnya kabut asap di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, tiga hari belakangan ini.
"Korintiga Grup itu sudah saya tegur kemarin, karena ada titik api di wilayah perkebunannya. Saya minta Dishub untuk terus mengawasi proses hukumnya, jangan hanya kepada masyarakat langsung kita tangkap tapi ke korporasi kita tidak berani," tegas Gubernur Sugianto, di Palangka Raya, Selasa (9/8/2016).
Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalteng, I Wayan Mustika menyebutkan, untuk hari Selasa, Konsentrasi Partikulat PM10 untuk area Palangka Raya masih dalam angka kategori baik.
"Angkanya masih di bawah 50 PM10 artinya kualitas udara kita masih baik. Ini karena untuk Palangka Raya prakiraan cuaca kita sampai besok pagi akan tetap berawan dengan suhu 24-33 C dan kelembabab udara 55-97 persen," tutur Wayan.
Hal serupa juga diungkapkan Brigong Tom Moenandaz, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng. Menurutnya untuk Selasa (9/8/2016) ini tidak ada titik panas (hotspot) yang terpantau di seluruh wilayah Kalteng.
"Hari ini kosong, tidak ada hotspot. Walaupun kalau kita bicara bulanan, bulan Agustus ini sejak tanggal 1 sudah terpantau sebanyak 10 titik dan paling banyak di Kobar. Makanya di Kobar itu sekarang sudah 3 hari ada kabut asap, info yang saya dapatkan, namun di daerah lain masih belum ada kejadian serupa," urai Brigong.
Menyikapi hal ini menurutnya Gubernur sudah meminta 4 buah helikopter dari BNPB yang akan difungsikan dua di Palangka Raya dan 2 di Pangkalan Bun karena melihat kondisi Pangkalan Bun yang sudah berasap saat ini.
"Tapi ini kita belum terima kepastian kapan helikopternya akan dibawa ke Kalteng karena masih menangani di daerah lain. Kepada masyarakat saya imbau untuk tahan-tahan dulu jangan membakar di musim kemarau ini," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/N).








