**Borneonews - Jakarta**, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses identifikasi tujuh jasad yang ditemukan di Kali Bekasi telah dilakukan dengan pendekatan yang profesional dan manusiawi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan sejumlah ahli dalam proses identifikasi tersebut. Tim Disaster Victim Identification (*DVI*), Rumah Sakit Polri, RSCM yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, serta berbagai unit di Bareskrim Polri terlibat dalam upaya ini.
Kerja sama yang terjalin bertujuan untuk mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban. Data tersebut mencakup informasi primer seperti gigi, sidik jari, dan DNA, serta data sekunder seperti pakaian yang dikenakan korban terakhir kali, tanda lahir, dan tato. Ade Ary juga menjelaskan bahwa setelah identifikasi, tim akan mengumpulkan data post morteminformasi yang diperoleh setelah korban ditemukan dan dievakuasi.
Data post mortem mencakup informasi penting seperti sidik jari, golongan darah, DNA, serta ciri fisik seperti konstruksi gigi. Foto dan barang pribadi yang melekat saat jasad ditemukan juga menjadi bagian dari data tersebut. Kedua kelompok data ini akan dicocokkan dalam proses rekonsiliasi untuk memastikan keakuratan identitas.
Proses identifikasi yang teliti ini bertujuan untuk menjamin validitas data sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga. Polda Metro Jaya juga menyiapkan peti mati, ambulans, dan akan mengantarkan jenazah ke rumah duka.
Lebih lanjut, Ade Ary menekankan bahwa penyelidikan mengenai peristiwa ini akan dilakukan dengan pendekatan ilmiah atau *scientific crime investigation* untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Dalam kesempatan yang sama, Rumah Sakit Polri mengungkapkan bahwa dua dari tujuh jenazah yang ditemukan di Kali Bekasi pada hari Minggu, 22 September, telah teridentifikasi. Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulijartono, mengonfirmasi bahwa salah satu korban bernama Ahmad Davi, sedangkan korban lainnya adalah Muhammad Rizki.
Jenazah Muhammad Rizki, yang berusia 19 tahun dan berasal dari Kampung Bojong Menteng, teridentifikasi melalui gigi, sidik jari, dan atribut medis. Demikian pula, jenazah Ahmad Davi, yang berusia 16 tahun dan berasal dari Bantar Gebang, teridentifikasi dengan metode yang sama. Brigjen Prima menjamin bahwa identifikasi jenazah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi.
ANTARA
Proses Identifikasi Jenazah di Kali Bekasi Mengedepankan Profesionalisme
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







