**Borneonews - Bengkalis**, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis, bersama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Kecamatan Rupat Utara, baru-baru ini mengadakan program penyuluhan tentang kekerasan dalam rumah tangga (*KDRT*) kepada kader PKK setempat.
Dalam acara tersebut, yang diselenggarakan pada hari Rabu, Kepala DPPPA Bengkalis yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Pertama, Muhammad Syafawi, menekankan pentingnya peran kader PKK. Menurutnya, kader tersebut berfungsi sebagai kunci dalam mengoptimalkan program *Rumah Curhat*, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga dan mengurangi insiden KDRT.
Muhammad Syafawi menjelaskan bahwa telah ada regulasi serta kebijakan yang diatur dalam perundang-undangan sejak dua dekade lalu, tepatnya sejak tahun 2004. Regulasi ini merupakan jaminan dari negara dalam rangka pencegahan serta penanganan KDRT. Masyarakat diminta untuk memahami dan memanfaatkan kebijakan ini dengan sebaik-baiknya.
Bimbingan dan penyuluhan yang diadakan ini diikuti oleh 80 pengurus dan anggota TP PKK dari berbagai desa di Kecamatan Rupat Utara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong terciptanya keharmonisan dalam keluarga serta membantu setiap anggota untuk mengerti peran dan tanggung jawab mereka masing-masing.
"Keharmonisan dalam rumah tangga sangat tergantung pada kemampuan anggota keluarga untuk mengenali dan melaksanakan peran mereka dengan penuh tanggung jawab. Hal ini akan sangat membantu, terutama ketika rumah tangga menghadapi masalah seperti tantangan ekonomi, sehingga tidak memicu kekerasan dalam bentuk apapun," jelasnya.
Dalam kegiatan ini, selain materi terkait *KDRT*, disiplin pengasuhan anak dan remaja di era digital juga dibahas. Materi ini disampaikan oleh Teguh Pranata, seorang Analis Pemberdayaan Perempuan dan Anak di DPPPA Bengkalis. Ia menekankan pada orang tua agar mereka bisa membantu anak-anak dalam memahami perilaku yang aman saat berselancar di internet.
"Orang tua tidak hanya perlu mengajarkan tentang situs-situs yang aman dan layak diakses, tetapi juga harus memperluas wawasan mereka tentang penggunaan internet beserta fitur keamanan yang tersedia," tandasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Rupat Utara, Dian Rachmadhany, menekankan bahwa isu *KDRT* masih menjadi perhatian serius di tengah masyarakat, terutama bagi perempuan yang sering menjadi korban. Ia menyebutkan bahwa insiden KDRT sering kali dipicu oleh hal-hal yang tampak sepele, seperti perbedaan kecil dalam jumlah gula dalam kopi atau terlambat pulang lima menit.
"Isu yang kami angkat dalam program ini adalah tentang pencegahan KDRT, karena ini merupakan permasalahan yang perlu terus kita perhatikan dan atasi," ujarnya.
ANTARA
DPPPA Bengkalis Gelar Penyuluhan KDRT untuk Kader PKK
Bagikan:

PEKANBARU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Komentar (0)
Memuat komentar…







